Mohon tunggu...
Lilik Fatimah Azzahra
Lilik Fatimah Azzahra Mohon Tunggu... Wiraswasta

Seorang ibu yang suka membaca dan menulis

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Di Hadapan Rindu Aku Merupa Batu

12 Juni 2019   20:48 Diperbarui: 12 Juni 2019   20:55 0 25 11 Mohon Tunggu...
Di Hadapan Rindu Aku Merupa Batu
umber:wallpaperbetter.com

Bre, ini yang paling tidak aku suka dari persilangan waktu. Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Mengapa harus begitu? Mengapa pertemuan tidak mengukuhkan diri sebagai sesuatu yang abadi?

Aku tergugu ketika siang itu kau mengecup keningku seraya berbisik, Neswari, jika pertemuan itu abadi, kita tidak akan pernah merasakan bagaimana indahnya sebuah perpisahan.

Indah? Di mana indahnya, Bre. Jika setelah kau pergi dadaku dipenuhsesaki oleh setumpuk rindu. Hingga aku tidak tahu mesti berbuat apa. Aku hanya duduk merenung menatap hadirnya pagi. Membiarkannya berubah menjadi siang. Lalu menjelma petang. Dan kemudian gulita itu datang, menyergapku.

Kau tahu, Bre? Di hadapan rindu aku merupa batu. Diam tak bergerak. Andai saja aku punya nyali untuk membunuh satu persatu anak-anak rindu ini. Tapi--ah, tentu saja tidak. Aku tidak mungkin berani melakukan hal sebodoh itu.

Saat ini, Bre. Aku hanya mampu terpaku mempertahankan rindu. Rindu yang tak pernah berhenti berfragmentasi. Membelah diri dengan durasi secepat lintas cahaya matahari menyentuh bumi.

Bre. Masihkan ada waktu untuk menitip anak-anak rindu yang berkembang biak ini di dadamu? Jika iya. Tolong secepatnya beri tahu aku.

***

Malang, 13 Juni 2019

Lilik Fatimah Azzahra

KONTEN MENARIK LAINNYA
x