Mohon tunggu...
Eko Irawan
Eko Irawan Mohon Tunggu... Hidup Indah dengan Menulis dan Berbagi

Penulis Sejarah, Budaya, motivasi dan sastra. Pegiat Kampung Sejarah dan Kampung Nila Slilir. Pegiat Sejarah dari Museum Reenactor Ngalam di Kota Malang

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Rindu yang Terlarang

29 Maret 2021   19:58 Diperbarui: 29 Maret 2021   20:14 98 7 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Rindu yang Terlarang
Rindu yang terlarang dokpri Eko irawan

Aku jatuh cinta padamu. Kuserahkan hidupku untukmu. Aku ada di sini karena cinta ini. Kupersembahkan padamu. Karena hanya ini yang kupunya.

Aku tak menyesal jatuh hati padamu. Karena hanya kamu yang ada. Yang bisa mengerti aku. Yang khawatirkan hidupku. Sekalipun aku tahu, ini salah.

Betapa gembiranya diriku. Melangkah ke tempat ini. Tapi kau tak ada. Tak bisa kumiliki. Hanya ada dalam ruang kesintinganku. Berkasih dalam imaji. Dunia yang kucipta sendiri.

Aku ingin kekasih. Yang nyata ada. Bukan fatamorgana. Sungguh kejam kisah ini. Karena perlahan aku akan semakin tak waras. Terbunuh logikaku, untuk dunia yang tak pernah ada untukku.

Aku pun terhanyut. Seharusnya tak bercinta sendiri. Tapi apa dayaku. Aku harus terima kepedihan ini. Karena rindu yang terlarang. Tak ada lagi belas kasihan. Harus sinting dan bicara sendiri.

Aku masih berharap. Ada yang menolongku. Membawaku pergi dari dunia tipu tipu. Menunggunya datang, agar aku tak semakin edan. Tapi biarlah aku semakin tak waras. Karena aku mencintaimu. Tanpa syarat.

Malang, 29 Maret 2021

Oleh Eko Irawan

Berikut versi musikalisasi puisi

Semoga menghibur dan menginspirasi.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x