Mohon tunggu...
Eko Irawan
Eko Irawan Mohon Tunggu... Hidup Indah dengan Menulis dan Berbagi

Penulis Sejarah, Budaya, motivasi dan sastra. Pegiat Kampung Sejarah dan Kampung Nila Slilir. Pegiat Sejarah dari Museum Reenactor Ngalam di Kota Malang

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Mendung

4 Januari 2021   12:52 Diperbarui: 4 Januari 2021   12:54 93 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mendung
Mendung foto dokpri Eko Irawan

Tak salah mendung. Dia taat perintah Illahi. Melukis berarak, misteri berita langit. Tak perlu drama keluh kesah. Bersahabat saja dengan alam.

Ada dua sisi. Untuk dimengerti. Didengar. Untuk apa gagal paham. Menghakimi dengan dendam, tapi siksa dirimu. Tak nyaman hidupmu.

kau selalu saja ingin tuntut balas. Setiap wacana dipelintir. Agar puas pembenaran diri. Dicurhatkan pada semua orang. Agar pendukungmu berlimpah. Diadili cara manusia. Terus ini untuk apa? Untuk siapa?

aku yang tertatih tatih mencukupi. Buat hidup. Sudah tak dilayani. Tak dihargai. Yang salah  bajingan itu. Yang nikmati, sang iblis pujaanmu. Dan aku kau sakiti. Yang dituntut, yang kau hinakan. Otak warasmu dimana?

saat kau berikan nikmat itu, untuk Arjuna bejatmu, puaskan? Lezat bukan? Sadarkah itu, akan hapus jalan berkah. Jika tetap bersamaku. Karena tak ada rejeki, dalam khianat.

Tapi yang salah, dibenarkan sendiri. Tuhanmu nafsu, tak peduli siapa benar, karena telah buta. Seperti mendung yang diumpat. Padahal mendung jaga perintah. Bukan jaga birahi.

sudahlah, semakin kau tuntut, semakin tersiksa dirimu. doamu untuk apa. Untuk nama siapa. Mendung ini, jangan disalahkan. Buatlah ku cerah. Agar bisa menuruti dengan waras. Bukan dengan dendam.

ingin apa, itu doamu. Aku sudah kau bodohi. Yang hebat dia. Tapi sekarang mana? Sudah enak, lupa. Yang salah aku. Wow, sungguh mulia arjunamu? Yang kau bela sekuat tenagamu, agar dapat tidur nikmat, tinggal petik hasil, nanti.

laknat Tuhan milikmu. Kebenaran akan ditegakkan. Selamat bersenang senang. Tak perlu drama. Ini terjadi karena nikmatmu dirampoknya. saat aku masih ada, menjunjung kehormatanmu.

Nikmat apalagi yang kau dustakan? Jujurlah pada diri sendiri. Tak perlu kambing hitam. Inikah cara memotivasi, tapi merendahkan yang jaga kehormatanmu? 

Aku bisa dibodohi dengan ceritamu, Tapi Tuhan tahu niatmu, saat berlezat bersama Arjuna terbaik, sang ahli amal, pemuja nafsu. Aku sudah dengar pengumumanmu, dialah yang terbaik sejagad. Jadi untuk apa drama? Tak perlu kau umpat mendung. Yang sedih. Yang kau sakiti. 

Malang, 4 Januari 2021

Oleh Eko Irawan

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
4 Januari 2021