Mohon tunggu...
Efi Susilawati
Efi Susilawati Mohon Tunggu... Administrasi - Membaca,Traveling,Nonton dan Menari Tradisional

Silih asah silih asih silih asuh

Selanjutnya

Tutup

Politik

Urgensi Pemindahan IKN dalam Aspek Sosial Budaya

2 Juli 2022   22:09 Diperbarui: 2 Juli 2022   22:17 207 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Foto : Nyoman_Nuarta

Pada Tanggal 18 Januari 2022, merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia dengan disahkannya RUU tentang Ibu Kota Negara (IKN) menjadi UU oleh DPR RI dan Pemerintah. Dengan demikian, Indonesia akan memiliki Ibukota Negara yang baru menggantikan DKI Jakarta.

Sejarah Kepulauan Kalimantan

Kalimantan Timur adalah pelopor peradaban di Indonesia selain pulau jawa Hal ini terbukti dengan adanya penemuan situs kerajaan tertua di Indonesia, yakni Kerajaan Kutai Martadipura , dengan Kerajaan yang dikenal dengan nama kerajaan Mulawarman yang terletak di Kecamatan Muara Kaman. Kerajaan martadipura diperkirakan berdiri pada abad ke-4, dengan rajanya yang terkenal bernama Mulawarman Nala Dewa. Kekuasaan dari Keturunan Raja Mulawarman berlanjut hingga raja ke 25 yang bernama Maharaja Derma Setia (dari abad ke 13) hingga kemudian ditaklukkan oleh Kerajaan dari Kutai Kartanegara, penjajah Belanda masuk ke Kalimantan timur, hingga terbentuknya provinsi kalimantan timur pada tanggal 1 Januari 1957 sebagai pemekaran dari wilayah Provinsi Kalimantan.

Kalimantan adalah bagian dari pulau besar bernama BORNEO yang juga merupakan jantung peradaban dari suku dayak, punya banyak catatan interaksi dengan berbagai ras dan suku bangsa sejak berabad-abad lalu.

Wilayah Kalimantan juga setidaknya terdapat enam suku besar, yakni klemantan, iban, apokayan, murut, ot danum --ngaju, dan punan. Selain dari enam suku besar Kalimantan memiliki 405 subsuku kecil.

Dalam hal bahasa warga wilayah tersebut meliputi lima kelompok, antara lain barito raya, dayak barat, borneo utara, Sulawesi selatan dan melayik.

Masyarakat suku dayak memiliki agama dari leluhur yang dikenal dengan kaharingan namun sejak abad pertama masehi agama hindu sudah mulai masuk ke Kalimantan. Candi agung di amuntai, Kalimantan selatan serta temuan-temuan prasasti abad ke-4 masehi dari masa kerajaan hindu-budha, termasuk dari kerajaan kutai menunjukan munculnya hokum agama lain di pulau tersebut.

Ide Pemindahan Ibu Kota Negara

Ide pemindahan Ibukota Negara pertama kali menjadi pelopor oleh Presiden Soekarno yang di mulai tanggal 17 Juli 1957. Soekarno memilih Palangkaraya sebagai IKN dengan alasan Palangkaraya berada di tengah kepulauan Indonesia dan wilayahnya sangat luas. Soekarno ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia mampu membangun Ibukota Negara yang modern. Ide dan gagasan Soekarno tersebut tidak pernah terwujud. Sebaliknya, Presiden Soekarno menetapkan DKI Jakarta sebagai IKN Indonesia dengan UU Nomor 10 tahun 1964 tanggal 22 Juni 1964.

Pada masa setelah Reformasi, tahun 2004an, ada juga wacana pemindahan IKN ke Jonggol. Di Eranya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, wacana pemindahan IKN muncul kembali karena kepadatan pendudukan, kemacetan dan banjir yang melanda DKI Jakarta. Terdapat tiga opsi yang muncul pada saat itu yaitu tetap mempertahankan DKI Jakarta sebagai IKN dan pusat pemerintahan dengan melakukan pembenahan, Jakarta tetap menjadi IKN tetapi pusat pemerintahan pemindahan ke daerah lain, dan membangun Ibukota Negara baru (TEMPO-Co).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan