Mohon tunggu...
Sucahyo AdiSwasono@PTS_team
Sucahyo AdiSwasono@PTS_team Mohon Tunggu... Wiraswasta - Bakul Es :
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Pegiat Komunitas Penegak Tatanan Seimbang (PTS); Call Center: 0856 172 7474

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Candu, Agama dan Filsafat

3 Januari 2019   20:39 Diperbarui: 11 Januari 2023   02:58 1926
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Menanggapi kata Candu, pada umumnya manusia telah menggeneralisir dalam konotasi: negatif, buruk, sesat, hitam, gelap... Dan, entah apalagi stempel yang pantas dan pas terhadap term tersebut. Sekalipun, pegiat formal maupun informal di ranah medis ataupun terapi terhadap pendera sakit jasmani dan rohani, masih memandang positf dalam mendayagunakannya. Demikian realitas faktanya.

Secara epistemologis, Candu atau dikenal dengan nama binomialnya Papaver Somniverum adalah sejenis tumbuhan berbunga di keluarga Papaveraceae. Tumbuhan ini merupakan sumber bahan baku dari Opium dan biji Candu, serta merupakan tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi, dimana tumbuhan ini biasanya dikembangkan di taman. 

Sebaran asli dari tumbuhan ini dimungkinkan berada di pesisir timur Laut Tengah, namun tidak bisa dipastikan dikarenakan tumbuhan ini sudah disebar dan dikembangkan di wilayah lain sejak zaman kuno. 

Baca juga : Filsafat Metafisika dan Jalan Menemukan Tuhan

Candu jenis Opium (slang Bahasa Ingris : Poppy) adalah getah bahan baku narkotika yang diperoleh dari buah opium (Papaver Somniferum L. atau P. Paeoniflorum) yang belum matang.

pixabay.com
pixabay.com
Opium ini merupakan tanaman semusim yang hanya bisa dibudidayakan di pegunungan kawasan subtropis. Tinggi tanaman hanya sekitar satu meter. Daunnya jorong dengan tepi bergerigi. Bunga Opium bertangkai panjang dan keluar dari ujung ranting. 

Satu tangkai hanya terdiri dari satu bunga dengan kuntum bermahkota putih, ungu, dengan pangkal putih serta merah cerah. Bunga Opium sangat indah hingga beberapa spesies Papaver lazim dijadikan tanaman hias. Buah opium berupa bulatan sebesar bola pingpong bewarna hijau.

Istilah untuk Candu yang telah dimasak dan siap untuk dihisap adalah Madat. Istilah ini banyak digunakan di kalangan para penggunanya bukan hanya sebagai kata nomina tetapi juga kata kerja.

Baca juga : Peran Filsafat untuk Kita

Perdagangan Candu di Nusantara dimulai ketika bangsa Eropa melakukan menjelajahan untuk perdagangan, penguasaan lahan dan penyebaran ideologi. 

Awal masuk ke Nusantara dibawa oleh para pedagang dari India dan petani-petani lokal (Sumatera dan Jawa) menanamnya dan bebas dijual ke siapapun. Kondisi ini dimanfaatkan oleh VOC untuk merusak moral masyarakat dan ini terlihat pada surat Commissarial  3 juni 1899 dengan Nomor 8905 bahwa sejumlah besar penduduk Bwoll Menado adalah pecandu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun