Mohon tunggu...
Djulianto Susantio
Djulianto Susantio Mohon Tunggu... Penulis masalah arkeologi, sejarah, museum, budaya, numismatik, astrologi, dan palmistri

Arkeolog mandiri, penulis, bloger, komunitas KPBMI, kolektor, pemerhati (astrologi dan palmistri). Memiliki blog pribadi https://hurahura.wordpress.com dan https://museumku.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Pakaian Rajo Minangkabau Terbuat dari Benang Emas

25 September 2020   19:14 Diperbarui: 25 September 2020   19:27 34 5 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pakaian Rajo Minangkabau Terbuat dari Benang Emas
Pakaian Rajo Minangkabau (Foto: Buku Petunjuk Museum Adityawarman, 2012)

Masakan Padang seperti rendang dan telor balado sudah dikenal ke mana-mana. Orang Padang atau populer disebut urang awak ada di mana-mana. Tapi masih banyak kebudayaan yang belum kita kenal. Padahal Museum Adityawarman di Kota Padang, banyak menyimpan koleksi sejarah dan kebudayaan masyarakat Sumatera Barat pada umumnya.

Untuk itulah pada Jumat, 25 September 2020,  Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat yang merupakan pemilik Museum Adityawarman, mengadakan kegiatan daring berupa hasil kajian tiga pakar terhadap koleksi museum. Topiknya "Khazanah Pengetahuan Di Balik Eksotik Koleksi Museum".

Tampil tiga narasumber, yakni Prof. Dr. Puti Reno Raudha Thaib (Budayawan/Koleksi Pakaian Rajo Minangkabau), Dr. Wanofri Samry, M.Hum (Sejarah Unand/Batu Tulis), dan Dr. Erniwati, M.Hum (Sejarah UNP/Cangklong). Bertindak sebagai moderator Pak Viveri Yudi atau Mak Kari. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat Ibu Gemala Ranti. Acara didahului penampilan Atraksi Budaya dari Sanggar Alang Babega dan virtual tour koleksi Museum Adityawarman.

Museum Adityawarman (Foto: Buku Petunjuk Museum Adityawarman)
Museum Adityawarman (Foto: Buku Petunjuk Museum Adityawarman)
Pakaian Rajo

Bundo Reno membahas pakaian yang dikenakan oleh pembesar atau pejabat pada masa Kerajaan Pagarruyung. Dalam kerajaan ada kepala pemerintahan umum disebut Rajo Alam berkedudukan di Istana Pagarruyung, Rajo Adat di Buo, dan Ibadat di Sumbu Kudus. Kerajaan Pagarruyung memiliki beberapa kerajaan kecil. Ternyata setiap raja yang berdaulat memiliki pakaian kebesaran yang terdiri atas tutup kepala (saluak) terbuat dari emas, baju berwarna hitam atau ungu dengan hiasan renda benang emas, dan celana dengan warna yang senada.

Di daerah Minangkabau, ada beberapa kelompok masyarakat. Setiap kelompok dipimpin oleh seorang penghulu yang diberi gelar kehormatan Datuak. Sesudah penobatan mereka diberi hak mengenakan pakaian adat. Pakaian kebesaran Penghulu baju hitam dan sarawa gadang dan beberapa atribut lain.

Motif naga, sebagaimana Bundo Reno ungkapkan, ada pada pakaian. Sayang, pertanyaan soal adanya naga ini belum sempat terjawab. Kita maklumi karena banyak pertanyaan, sementara waktu kegiatan amat terbatas.

Atas: sabak dan bawah: alat tulis kalam (Foto: Makalah Pak Mannofri)
Atas: sabak dan bawah: alat tulis kalam (Foto: Makalah Pak Mannofri)
Sabak

Generasi sekarang pasti tidak mengalami masa-masa sekolah dengan membawa sabak atau batu tulis. Sabak berupa papan tulis kecil berukuran sekitar 21 cm x 15 cm. Dulu sabak digunakan oleh  murid-murid Sekolah Rakyat untuk menulis, menghitung, menggambar, dan sebagainya. Pada masa berikutnya nama Sekolah Rakyat berganti Sekolah Dasar. Karena tidak ada catatan, tentu saja murid-murid zaman dulu memiliki kelebihan mengingat atau memahami apa yang disampaikan guru.

Museum Adityawarman juga memiliki koleksi Kalam, alat tulis yang pernah digunakan oleh para murid zaman dulu. Secara historis alat tulis ini sudah digunakan sejak zaman kuno,  seperti yang terdapat pada tulisan situs-situs Mesir kuno. Mereka menggunakan kalam untuk menulis pada papyrus. Kalam biasanya terbuat dari sepotong buluh yang sudah dipotong memanjang menyerupai pena dengan ujung yang runcing. Kalam bisa juga dibuat dari Pakis Gunung, yang di Minangkabau disebut Batang Kalam. Begitu uraian Pak Wanofri.

Cangklong koleksi Museum Adityawarman (Foto: Makalah Ibu Erniwati)
Cangklong koleksi Museum Adityawarman (Foto: Makalah Ibu Erniwati)
Cangklong

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x