Mohon tunggu...
Pohon Kata
Pohon Kata Mohon Tunggu... Freelancer - Going where the wind blows

Ketika kau terjatuh segeralah berdiri, tak ada waktu untuk menangis

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Damar Nusantara #4 (Pucuk Pinus)

4 April 2020   19:31 Diperbarui: 4 April 2020   20:01 182
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Itu bang...didalam tas selalu kubawa laptop usang pemberian Bapak saya. Perjalanan saya inipun juga nantinya saya upload di blog...itung-itung sambil belajar menulis bang" imbuhku.

"Kamu sudah punya pacar atau belum?" pertanyaan bang Jenggo mulai membuat resah hati saya.

Beberapa detik mulutku terkatup, masih belum bisa menjawab pertanyaannya.

Bang Jenggo mungkin menyadari hal itu hingga dia berkata, "Sudahlah tidak harus kau jawab saat ini."

Akupun tersenyum dan mengangguk.

"Damar saya tak beristirahat dulu ditenda, besok pagi saat sunrise tolong saya dibangunkan ya" sela bang Jenggo lagi.

"Siap bang...saya tak menikmati pemandangan dulu."

Bang Jenggo bergegas memasuki tenda, menata badan dan mulai memejamkan mata.

Akupun masih terpaku didepan tenda, mengingat kembali pertanyaan bang Jenggo tentang pacar. Seakan mengingatkan memoriku yang tersusun rapi dilemari hatiku.

Lintang Suminar...sebuah nama yang telah menjadi cerita dan menemaniku diwaktu dulu disaat kami masih bersekolah di tingkat atas meskipun sekolah berjauhan, saya di Kediri lalu Lintang di Blitar. Cinta pertama yang masih membekas hingga kini.

Selain untuk belajar tentang hidup, perjalanan inipun sebenarnya sebuah perjalanan untuk melupakan dan juga mengikhlaskan Lintang.
Seorang yang sederhana, keras pendirian, cerdas dan manis hingga saya mengaguminya. Hingga kamipun menjalin hubungan hati, pacaran anak sekolah meskipun hanya lewat handphone.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun