Mohon tunggu...
Dinar Febri Budiman
Dinar Febri Budiman Mohon Tunggu... Sales - Pejalan Sunyi

Spritual, filsafat dan sastra

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hadir di Titik Nadir

21 Juni 2022   00:21 Diperbarui: 21 Juni 2022   00:32 54 10 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
https://mobile.twitter.com/nuraenieaswari

Kamu memang bukan peri yang menghampiriku dengan sayap

tapi mendekat dengan kepedulian pada diriku

Aku manusia pincang harapan.


Kamu meraba rasa sakit ini untuk dipahami atas apa yang aku alami.

Air matamu turun lebih dulu daripada aku yang justru membekukan tangis.

Kata-kata seakan telipat pada bibirku saat di hadapanmu, dan aku begitu kelu.

Dirimu selembut tetes gerimis saat turun mengaliri kemaraunya jiwa ini.


Bunga-bunga itu akan merunduk karena kamu memiliki kecantikan dari dalam.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan