Mohon tunggu...
Dhea Reyssent
Dhea Reyssent Mohon Tunggu... -

Biographical info is disable.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Pernikahanku

12 Juli 2015   20:33 Diperbarui: 12 Juli 2015   20:33 1140
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Judas, kumohon relakan kepergian Addie!" Kali ini si wanita dari masa lalu yang bersuara. Merengek lebih tepatnya. "Hargai perasaanku, Judas!"

"Dengar, Addie sekarang sudah resmi menjadi istriku. Aku sangat mencintainya, seperti dia mencintaiku. Kami adalah pasangan abadi yang tak terpisahkan. Tak ada yang dapat memisahkan kami, bahkan mautpun tidak."

…

Undangan sudah disebar sejak 2 minggu yang lalu. Semuanya sudah kusiapkan dengan rapi, dari gedung, undangan, gaun, sampai pembawa acara. Hanya saja, semua pihak keluarga tiba-tiba membatalkan begitu saja rencana pernikahan kami, tepat tiga hari yang lalu.

Hari itu, Adilisia―atau panggil saja Addie―jatuh dari anak tangga paling atas. Tubuhnya terguling sampai ke bawah, kepalanya membentur anak-anak tangga dan lantai dengan keras. Kondisinya juga kurang sehat waktu itu, ia lelah karena sibuk mengurus pernikahan kami.

Ibunya langsung menghubungiku dengan suara panik, dan membuatku ikut panik. Kami membawa Addie ke rumah sakit, dan dokter mengatakan bahwa tengkorak kepalanya pecah, yang mengakibatkan terjepitnya pembuluh darah atau apalah, aku tidak mengerti dengan jelas.

Bisa dikatakan Anna memiliki pengaruh dalam hal pembatalan pernikahanku ini.

Pihak rumah sakit pemuja uang tidak ingin melakukan tindakan sebelum adanya uang muka untuk jaminan. Keluargaku dan Addie tidak memiliki simpanan uang lagi, semuanya sudah diinvestasikan untuk biaya pernikahan. Satu-satunya orang yang bisa kupinjam uangnya adalah… Anna…

Alasan yang ia berikan untuk tidak meminjamkan uang terlalu banyak. Padahal satu-satunya alasannya adalah, karena ia tidak menyukai Addie. Akhirnya aku beralih pada pihak event organizer yang mengurus pernikahanku. Tapi semuanya terlambat. Setelah koma selama 3 jam, Adilisia pergi…

Sedih… hanya itu yang dapat kurasakan. Bagaimana tidak? Kekasihmu meninggal tiga hari sebelum kalian menikah, dan setelah kalian berpacaran selama 7 tahun. Terlalu miriskah? Kalian bayangkan saja sendiri bagaimana rasanya bila menjadi aku.

Berita tentang meninggalnya Addie langsung menyebar kepada kerabat kami. Otomatis keluarga kami menyatakan bahwa pernikahan kami dibatalkan. Namun, sebelum sempat dibawa ke rumah duka, aku membawa kabur Addie ke tempat ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun