Dewi Puspasari
Dewi Puspasari Penulis dan Konsultan TI

Suka baca, dengar musik rock/klasik, & nonton film unik. Juga nulis di https://dewipuspasari.net dan www.pustakakulinerku.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

[FITO] Foto Misterius

24 Agustus 2016   05:50 Diperbarui: 24 Agustus 2016   07:36 266 20 13

[caption caption="Foto Puri dan Salju yang Membuat Manda Penasaran (dok. Desol Fiksiana)"][/caption]

"Foto ini Kamu dapat darimana Dessy?" Manda bertanya dengan nada memaksa. Dessy terheran-heran melihat sikap Manda yang tidak biasanya. Ia nampak pias dan gelisah memandangi foto itu.

"Aku lupa dapatnya darimana, Nda, memangnya ada apa dengan foto salju dan puri tersebut?" Dessy menjawab sekenanya. Ia sebenarnya penasaran akan reaksi Manda, namun berpura-pura tak peduli.

Manda menghela nafas dan nampak ragu. Kata-katanya selanjutnya begitu halus seolah berbisik.

Ia merasa tak asing dengan pemandangan dalam gambar tersebut. Sebuah puri dengan latar waktu musim dingin.

"Aku juga melihatnya dalam mimpi. Rasanya seolah begitu nyata," ujarnya takut-takut membuat Dessy menebak itu mimpi buruk.

Dessy menjadi tak enak hati. "Jika foto ini membuatmu takut, akan kuhapus filenya dari laptopku sehingga Kau tak bisa melihatnya lagi".

Manda menggeleng. Ia malah mengangsurkan flashdisk, meminta salinan gambar tersebut. Aku merasa terkait dengan foto itu, kilahnya.

Setelah seminggu tak bertemu, Dessy merasa Manda semakin menarik diri. Ia jadi pendiam dan beberapa kali Dessy melihatnya terpaku pada foto yang ia berikan.
Dessy heran sebenarnya ada apa kaitan antara foto tersebut dengan Manda.

Manda tahu ada sesuatu yang membuatnya takut sekaligus penasaran melihat gambar puri bersalju tersebut. Ia coba mencari jawabnya, tapi tak kunjung berhasil.

Lantas sebuah suara seolah terdengar dari gambar tersebut. Manda bergidik, tapi rasa penasaran mengalahkannya. Ia mencoba mendengar suara tersebut. Tolong aku...

Tak sengaja jari Manda menyentuh gambar tersebut dan seolah alat teleportasi, ia telah berpindah ke tempat lain.Bukan kamar yang hangat di puri dengan penerangan yang terang, melainkan sebuah istal yang telah tak terpakai di belakang puri. Ia mencoba membuka pintu istal itu. Terkunci.

Suara yang lembut itu kembali didengarnya. "Terima kasih Manda sudah menggantikanku di istal ini. Aku akan mengambil badanmu dan hidup bebas di duniamu".

Manda ketakutan. Ia menggedor-gedor pintu istal. Deru angin kencang membenamkan bunyi tersebut.