Mohon tunggu...
Deni Saputra
Deni Saputra Mohon Tunggu... Guru - Seorang Guru dan Penggiat Literasi

Belajar menulis untuk memahami kehidupan.

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Cerpen Islami: Ayah, Ibu, Ajarkan Aku Mengaji

27 November 2021   10:37 Diperbarui: 27 November 2021   10:51 124 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Ayah, Ibu, Ajarkan Aku Mengaji

(A. Deni Saputra)

"Alif ba ta tsa ..."

"Ajari aku mengaji, Bu," lirih Galih ketika melihat ibunya terbaring di rumah sakit.

Anak laki-laki berbaju biru muda itu menangis ketika melihat ibunya terpasang selang infus. Galih, berumur delapan tahun sebagai anak semata wayang dari pasangan suami istri, Bapak Bekti Darmaputra dan Ibu Yuniar Sari, pengusaha sukses di Jakarta. Galih sangat dijaga oleh orang tuanya, tidak boleh bermain di halaman rumah, meski banyak anak-anak seusianya mengajaknya.

"Bi, setelah pulang sekolah, Galih langsung gantikan pakaiannya dan langsung diam di kamar. Biarkan saja dia bermain komputer," ucap Ibu Galih

"Baik, Bu," jawab Bi Endah, pengasuh Galih. Ia memiliki tanggung jawab besar atas hidupnya Galih, karena ia wajib menjaga Galih dari hal apa pun.

Untuk seorang anak yang masih butuh waktu bermain, dibatasi oleh keadaan. Itu lah Galih. Rumah mewah, makanan yang ia mau pasti langsung ada, kendaraan sudah ia miliki sejak usia 7 tahun, namun waktu yang tidak ia miliki.

"Galih, Galih, ngaji, yuk!" teriak Yasir di depan gerbang.

"Galih tidak mungkin diizinkan," kata Rara.

"Iya,kita  berangkat saja, nanti terlambat di mesjidnya," timpal Atta.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan