Mohon tunggu...
darwinarya
darwinarya Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Photographer Specialized Hotels and Resorts

Travel Enthusiast. Hospitality Photography Junkie

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Aqua Galon, Kamu Kemana?

29 November 2015   11:46 Diperbarui: 2 Desember 2015   10:52 3054
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 

Setelah cukup menerima informasi, dia juga menanyakan lokasi keberadaan saya. Mulai dari alamat lengkap, banjar, kecamatan / kelurahan, kodepos sampai ancar-ancar atau patokan yang mudah dikenali. Keterangan tersebut, saya duga, sebagai pelengkap laporan keluhan pelanggan.

 

“Baik Bapak Darwin, laporannya sudah kami terima. Kami akan segera menindak-lanjuti keluhan bapak kepada bagian terkait. Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan Bapak Darwin. Dalam waktu 2 x 24 jam, petugas kami akan menghubungi bapak kembali. Mohon pastikan nomor telepon bapak tetap aktif. Terima kasih juga atas artikelnya,” ujarnya ramah sewaktu mengakhiri pembicaraan.

 

Menurut penjelasan dari pihak Aqua yang saya peroleh, produksi air berjalan normal. Namun permintaan sedang meningkat.

 

Sore harinya, pk 16.18, saya mendapat pesan singkat -SMS- dari nomor 087861495758 yang menginformasikan nomor telepon Aqua Home Service (AHS) apabila ingin memesan Aqua galon. Dikarenakan air isi ulang saya masih terisi penuh, saya belum menghubungi nomor tersebut.

Keesokan harinya, Selasa (1/12), Aqua galon di kantor tempat saya bekerja habis. Total ada 5 galon kosong. Saya pun cemas. Khawatir Bos-Bos ‘teriak’. Apalagi mereka kaum ekspat / bule. Mau beli galon kemana? Dimana-mana susah begini, pikir saya. Masa iya dibelikan air minum isi ulang? Mana mau mereka? Sementara saya lihat orang kantor tampak santai.

 

AJAIB! Beberapa jam kemudian, datang kurir Aqua dengan membawa puluhan galon terisi penuh! Dengan cekatan keduanya menurunkan 5 galon dari kendaraan lalu mengantarkannya ke kantor saya yang terletak di lantai dua.

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun