Mohon tunggu...
dadang darmansyah
dadang darmansyah Mohon Tunggu... ASN di Badan Pusat Statistik

Lahir di kaki Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan, saat ini ASN di Badan Pusat Statistik Kabupaten Ciamis, penyuka olahraga dan kuliner

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Pilihan

Membangun Data Berkualitas untuk Indonesia Maju

26 September 2020   19:02 Diperbarui: 26 September 2020   19:06 199 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Membangun Data Berkualitas untuk Indonesia Maju
Indonesia Maju | dok. kompas

Bagi mereka yang bergulat di dunia statistik, hari ini merupakan hari istimewa. Hari Statistik Nasional (HSN) selalu diperingati setiap tanggal 26 September. Kali ini HSN mengusung tema "Data Berkualitas Untuk Indonesia Maju". Berbicara tentang data berkualitas untuk Indonesia Maju seperti menegaskan betapa korelatifnya data berkualitas dengan kemajuan suatu negara. Bagaimana negara harus care terhadap kualitas data yang menjadi pijakan dasar dalam berbagai perencanaan pembangunan.

Mari coba kita telaah informasi tentang sejauh mana anggaran penelitian dan pengembangan (litbang) di berbagai negara. Dengan asumsi besarnya anggaran untuk litbang suatu negara menunjukkan kepedulian negara terhadap data.

Beberapa literatur diperoleh data daftar negara berdasarkan anggaran penelitian dan pengembangan yang dialokasikan. Data yang disajikan berkisar tahun 2012 sampai dengan 2016. Sumber data berasal dari publikasi berbagai lembaga research and development termasuk UNESCO.

Data tersebut menempatkan Amerika Serikat di urutan pertama dengan 511,1 Milyar US$, disusul Tiongkok dengan 451 Milyar US$ dan Jepang di urutan ke tiga dengan 165 Milyar US$. Secara keseluruhan dari sepuluh negara terbesar dalam anggaran litbang menghabiskan 1- 4 persen dari PDB negaranya.

Indonesia sendiri menempati urutan ke 43 dari 90 negara dengan anggaran 2 Milyar US$ atau 0,08 persen PDB (data tahun 2013, World Bank). Tidak salah jika ada istilah “Data itu mahal, tapi membangun tanpa data jauh lebih mahal”. Inilah daftar 10 negara dengan anggaran Litbang terbesar, diperoleh dari wikipedia Indonesia.

Sumber: wikipedia Indonesia | dok. dadang darmansyah
Sumber: wikipedia Indonesia | dok. dadang darmansyah
Membangun Data Berkualitas

Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan lembaga pemerintah yang paling diharapkan berperan dalam membangun data berkualitas di Indonesia. Lembaga yang mengusung visi “Penyedia Data Statistik Berkualitas Untuk Indonesia Maju” memiliki peran sangat strategis.

Upaya tersebut terlihat dalam misi yang ditetapkan BPS yakni, Menyediakan statistik berkualitas yang berstandar nasional dan internasional, Membina K/L/D/I melalui Sistem Statistik Nasional yang berkesinambungan, Mewujudkan pelayanan prima di bidang statistik untuk terwujudnya Sistem Statistik Nasional dan Membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, adaptif berlandaskan nilai profesionalisme, integritas dan amanah.

Setiap penyelenggaraan kegiatan statistik harus selalu berpedoman kepada konsep standar dan metode yang berlaku secara universal dan berstandar internasional. Hal ini memungkinkan data dan indikator yang dihasilkan memiliki keterbandingan di tingkat nasional juga internasional. 

Data yang dihasilkan harus memenuhi semua dimensi kualitas statistik yang meliputi relevance (relevansi), accuracy (akurasi), timeliness (aktualitas), punctuality (tepat waktu), acessibility (aksesibilitas), coherence (koherensi), comparability (keterbandingan) dan interpretability (interpretabilitas). Dimensi kualitas tersebut lebih dikenal dengan Quality Assurance Framework (QAF).

Selain itu, BPS memiliki mandat untuk melakukan pembinaan terhadap instansi lain terkait dengan pelaksanaan kegiatan statistik sektoral yang dilaksanakan oleh lembaga pemerintah di luar BPS. BPS juga memiliki mandat untuk melakukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi dengan instansi pemerintah untuk membangun pembakuan konsep, definisi, klasifikasi dan ukuran-ukuran.

Sistem Statistik Nasional perlu diwujudkan secara terus menerus dan berkelanjutan sehingga ouput data yang dihasilkan oleh seluruh produsen data dapat memenuhi standar kualitas. Hal ini seiring dengan Perpres nomor 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia yang menempatkan BPS sebagai pembina data di tingkat pusat dan daerah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x