Mohon tunggu...
Jefri Suprapto Panjaitan
Jefri Suprapto Panjaitan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

pecandu kenangan, penikmat masalalu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pejuang Demokrasi

1 Februari 2023   10:43 Diperbarui: 1 Februari 2023   10:49 248
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Mulutnya dibungkam, kepalanya ditutup dengan kain hitam, dan ia diseret bak binatang yang paling hina

Tidak ada yang menolongnya, orang-orang hanya mampu melonglong tanpa suara.

Itulah saat untuk terakhir kali mereka akan melihatnya

Ia adalah pejuang yang dibungkam sang diktator

Semangat perjuangan tak pernah padam dari kedua bola matanya

Hari-hari dilewati hanya dengan turun dan turun ke jalan dengan satu tujuan yang sama

Dimana demokrasi!?, dimana demokrasi!?, dimana demokrasi!?

Teriakan yang selalu keluar dengan lantang dari mulutnya.

Kepal tangannya menjulang langit

Lantang suaranya menembus cakrawala

Ia menantang sang diktator

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun