Mohon tunggu...
Christina
Christina Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Menulis dan Membaca

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

[Puisi] Pelukis Senja

22 Juli 2023   09:45 Diperbarui: 22 Juli 2023   09:51 472
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Di ufuk barat, kala mentari merunduk,
Seorang pelukis memegang kuasnya, gemulai.
Senja terurai dalam warna yang berpadu,
Harmoni tercipta di palet sang waktu yang tak kan pudar.

Dia mencetak langit dengan warna jingga merona,
Seperti api yang menyala, membara di ufuk timur.
Gemercik air laut menari di bawah sinarnya,
Menyambut senja dengan irama yang riang dan tenang.

Pelukis senja itu melukis dengan hati,
Mengabadikan keindahan dalam sapuan lembutnya.
Sepenggal cerita ia tuangkan dalam setiap goresan,
Menyimpan kenangan yang tak kan pernah terlupakan.

Tiap bayang-bayang bermain di cakrawala,
Seakan tarian takdir terukir dalam catan indah.
Perlahan senja beranjak meninggalkan dunia,
Meninggalkan kisah yang abadi dalam lukisannya.

Pelukis senja, engkau sungguh hebat,
Mampu menangkap keajaiban saat sang surya terbenam.
Karya-karyamu sungguh mengagumkan,
Sebuah warisan seni yang tak kan pernah pudar.

Engkau telah menangkap keindahan senja,
Sebagai kenangan untuk abad-abad yang akan datang.
Tetaplah melukis, wahai sang seniman,
Biarkan senja selalu berdiam dalam hatimu.

Sebab dalam setiap goresan kuasmu,
Ada cerita tentang cinta, kebahagiaan, dan pilu.
Pelukis senja, teruslah bermimpi,
Menghadirkan keindahan yang selalu tercipta kembali.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun