Mohon tunggu...
Christina
Christina Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Menulis dan Membaca

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Lentiknya Senja

21 Juni 2023   21:17 Diperbarui: 29 Juni 2023   11:38 98
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Di ufuk timur tersimpan rona keemasan,
Lentiknya senja menggoda matahari pergi,
Menari-nari dalam perpaduan warna merah jingga,
Seperti lukisan indah yang tak akan terlupakan.

Embun pagi masih menetes di rerumputan,
Gemericik sungai memenuhi keheningan,
Saat itu tiba, saat lentiknya senja datang,
Membawa ketenangan dalam setiap hela napas.

Bulir-bulir cahaya berpadu dengan awan,
Menyusuri langit biru yang membentang jauh,
Lentiknya senja menari dengan lembut,
Seakan berbisik, menghantar mimpi indah.

Di balik pepohonan, semburat warna berubah,
Keunguan menggantikan keemasan yang terang,
Namun pesona senja tak pernah luntur,
Tetap memukau, menggoda hati yang terpesona.

Lentiknya senja menyapa dalam keheningan,
Mengajak langkah berjalan pelan-pelan,
Diiringi desir angin yang sepoi-sepoi,
Sejuk menyentuh wajah, menenangkan jiwa.

Oh, lentiknya senja, betapa indah ciptaan Sang Pencipta,
Seolah memberikan pelukan penuh cinta,
Mengingatkan kita akan kebesaran alam,
Dan keindahan yang terpendam di dalamnya.

Biarlah senja tetap menjadi teman setia,
Di setiap hari yang panjang atau melelahkan,
Dalam lentiknya terdapat pesan yang tak terkatakan,
Kehidupan adalah perjalanan yang tak lekang oleh waktu.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun