Mohon tunggu...
Casmudi
Casmudi Mohon Tunggu... Seorang bapak dengan satu anak remaja.

Travel and Lifestyle Blogger I Kompasianer Bali I Danone Blogger Academy 3 I Finalis Bisnis Indonesia Writing Contest 2015 & 2019 I Netizen MPR 2018

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Masjid Al Ihsan Yehbau, Jejak Sujud di Radius 135 Km Lintas Timur Bali

30 April 2021   02:18 Diperbarui: 30 April 2021   02:44 852 8 3 Mohon Tunggu...

   

Gersang bumi di kala pandemi corona

Gersang hati tanpa adanya taqwa

Mari jaga kesehatan kita bersama

Mari maksimalkan ibadah di bulan mulia

Membaca pantun relejius tersebut, tidak terasa mata saya berkaca-kaca. Bukan karena cengeng, tetapi pantun tersebut telah merasuk sisi keimanan saya. Pandemi masih menghantui masyarakat. Gumi Bali (Tanah Bali) perlahan mulai dikurangi debit airnya yang turun dari langit.

Kondisi bumi pun mulai beranjak gersang, karena panas matahari yang makin menyengat tubuh. Namun, kondisi bumi yang gersang tidak menyurutkan hati kita. Memuliakan Bulan Ramadan dengan ibadah yang maksimal.

Dengan kata lain, kondisi bumi boleh mengering, tetapi keimanan kita makin berair. Sebuah pantun yang memberikan makna mendalam. Tentang perlunya mengisi daya iman kita, agar makin penuh di bulan Ramadan.

Dan, pantun tersebut tertulis jelas dan mudah dibaca. Sebuah poster berwarna biru tua yang terpasang di bagian depan MASJID AL IHSAN YEHBAU. Masjid favorit saya yang berlokasi di Banjar Dinas Yehbau Desa Tembok Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Bali.       

dokpri
dokpri
SUJUD DI RADIUS 135 KM

Sungguh, menemukan oase keimanan tempat bersujud ini, bukanlah perkara mudah. Bagi saya yang tinggal di Kota Denpasar, menemukan masjid begitu gampang. Karena, saya sudah tahu lokasinya. Kurang lebih saya mengetahui keberadaan 15 masjid yang berada di Kota Denpasar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN