Yeni Kurniatin
Yeni Kurniatin karyawan swasta

Ordinary creature made from flesh and blood with demon and angel inside

Selanjutnya

Tutup

Novel

Orion, Plan D [03:57]

5 Juli 2018   07:37 Diperbarui: 5 Juli 2018   08:01 302 0 0
Orion, Plan D [03:57]
dokpri

Plan A. Gee menerima keputusan Pak Rusliwa untuk bersekolah di Patrion dengan suka cita. Semua senang

Plan B. Gee menerima keputusan Pak Rusliwa bersekolah di Patrion dengan syarat dibelikan handphone baru untuk mengganti handphone yang hilang. Semua senang.

Plan C. Gee menerima keputusan Pak Rusliwa bersekolah di Patrion setelah dibujuk berlapis. Bujukan pertama oleh Bu Ilma, kemudian oleh Erin. Oleh Jimmi (jika diperlukan). Dirayu-rayu, bahkan dijanjikan handphone baru untuk mengganti handphone yang hilang. Lalu semuanya Senang.

Plan D. Sebetulnya tidak terpikirkan ada plan D. Tapi jika anaknya ngambek, gak mau keluar kamar, gak mau makan. Gak mau jawab kalau dipanggil.

Untuk saat ini belum ada yang senang. Kecuali Teh Wit yang tengah bersuka cita dengan Asep Davit.

Jika plan D gagal?

Tenang...

Bu Ilma menarik nafas. Sugesti untuk diri sendiri.

Masih ada plan E sampai plan Z.  Jika Plan Z masih gagal. Masih ada plan A.1.

"Gee..." panggil Bu Ilma pelan. "Bunda boleh masuk Neng?"

Panggilan Neng, semacam panggilan tertinggi untuk merayu. Semua anak perempuan mendapat panggilan Neng di sini. Di Kota Bandung. Kota yang indeks kebahagiaannya meningkat. Tapi tidak untuk kali ini. Tidak berlaku bagi Gee.

Gee tidak menjawab panggilan Bunda. Dia malah membenamkan kepalanya pada tumpukan bantal.

"Gee..." panggil Bu Ilma sekali lagi. "Bunda masuk yaa? Tadi Teh Wiwit bawa sate ayam."

Bunda mengangkat nampan yang masih tergeletak. Merapikan susunan piringnya. Menekan gagang pintu.

"Gee..." panggilan Bu Ilma. Ragu karena tidak mendapat jawaban.

"Iya Bun, tidak dikunci kok." Jawab Gee dengan malas. Suara gagang pintu seolah memaksa Gee untuk menjawab.

Kamar mungil bersuasana Shabby Chic. Berlapis wall paperblue baby dengan gambar sulur mawar.

"Memangnya kamu gak lapar?" sapa Bunda. Lalu meletakan nampan di samping tempat tidur Gee.

Gee hanya menggeliat mengeluarkan tubuhnya dari selimut. Beberapa buku ikut berjatuhan.

"Teh Wit beli sate ayam nih, kasihan sudah jauh-jauh belinya tapi gak dimakan."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3