Mohon tunggu...
Betrika Oktaresa
Betrika Oktaresa Mohon Tunggu... Administrasi - Full time husband & father. Part time auditor & editor. Half time gamer & football player

Full time husband & father. Part time auditor & editor. Half time gamer & football player

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Artikel Utama

Cerpen | Cintaku Indah di Bagansiapiapi

30 Juni 2018   11:40 Diperbarui: 1 Juli 2018   15:06 2287
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber ilustrasi: inthemidstofher.com

Jadi Kawasan Batu Enam Bagansiapiapi merupakan suatu kawasan yang terletak kurang lebih 6 kilometer dari pusat Kota Bagansiapiapi. Satu ciri khas yang menjadi simbol gedung-gedung perkantoran di kawasan ini adalah semua gedung dihiasi dengan atap berbentuk kubah selayaknya sebuah masjid. Karena hal ini jugalah daerah Kabupaten Rokan Hilir sering juga disebut dengan Kabupaten Seribu Kubah.

"Silahkan Bapak lurus terus, ruangannya di sebelah kiri, Pak!" kata seorang satpam yang menunjukkanku ruangan yang kucari waktu itu.

"Terima kasih, Pak!" Sahutku.

Aku melangkah ke ruangan yang ditunjukkan oleh satpam barusan, dan di sana hanya ada satu orang pegawai, seorang wanita, yang usianya aku prediksi tidak jauh dariku. Wanita ini cukup menyita perhatianku karena selain memang secara penampilan sangat menarik, tapi lebih dari itu, dia adalah seorang chinese. 

Tanpa bermaksud berpikiran diskriminatif, tapi sejauh pengetahuanku, tidak banyak masyarakat etnis Tionghoa yang memilih berprofesi sebagai PNS.

"Permisi, saya Margana, ibu Mayleen ada? kemarin sudah berkoordinasi dengan Pak Kepala Dinas, katanya saya disuruh langsung saja meminta datanya ke Ibu Mayleen." kataku menjelaskan maksud kedatangan.

"Oh iya, kebetulan saya Mayleen, kemarin juga sudah diberitahu Pak Kepala Dinas, silahkan duduk, Pak!" kata wanita cantik yang mengenakan kalung berliontin salib mempersilakanku duduk.

"Terima kasih," jawabku.

Data-data yang kuminta memang cukup banyak, sehingga pada awalnya aku sudah memperkirakan akan butuh waktu lama bagiku untuk mendapatkan data-data tersebut. Namun perkiraanku ternyata meleset, semua data yang kuminta sudah ada hari itu juga. Aku tak bisa menutupi kekagumanku pada sosok wanita yang ada di depanku itu. Ketertarikanku kepada Mayleen membuatku memberanikan diri untuk meminta nomor HP-nya.

"Maaf sebelumnya, boleh saya minta nomer HP Ibu? Siapa tahu ada data yang saya butuhkan lagi." kilahku untuk menutupi niat yang sebenarnya.

"Oh, boleh aja!" kata Mayleen sambil menyebutkan rangkaian nomer HP-nya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun