Mohon tunggu...
Bergman Siahaan
Bergman Siahaan Mohon Tunggu... Pelayan publik yang menyukai seni dan filosofi

Penikmat tulisan, foto, dan video

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Ole, Manchester United, dan Inggris

20 Agustus 2019   07:21 Diperbarui: 20 Agustus 2019   19:18 0 3 0 Mohon Tunggu...
Ole, Manchester United, dan Inggris
Foto: The Sun (Jamie McPhilimey)

Aaron berumur dua tahun ketika Ole memenangi treble bersama United. Pada sebuah foto lama, tampak baby Aaron berpose mengenakan jersey United bersama saudara laki-laki dan kedua orang tuanya. 

Kini Aaron Wan-Bissaka benar-benar mengenakan seragam itu sebagai pemain profesional di bawah arahan Ole Gunnar Solskjaer.

Apa yang saya suka dari Louis van Gaal selain filosofi attacking football-nya adalah karena ia memainkan anak-anak muda, prinsip yang ia lakukan selama  karirnya, baik di Ajax, Barcelona, maupun Manchester United. 

Portal 90MIN menyebut ada 13 debut pemain muda di tim utama United pada masa van Gaal, diantaranya adalah Blackett, McNair, Rashford, dan Lingard. 

Melakukan regenerasi dan memberi kesempatan pada pemain muda khususnya asal Inggris Raya dan akademi sendiri adalah genetika Manchester United. Genetika yang sebenarnya ada di klub-klub tradisional dengan fanatisme kedaerahannya, namun belakangan tergerus modernisasi sepakbola lalu tenggelam dalam bisnis ala kapitalis.

Apresiasi saya juga teralamatkan kepada Jose Mourinho karena ia mengorbitkan McTominay. Walau bukan warga negara Inggris tetapi McTominay masih dari kawasan Inggris raya dan pula asli akademi United. 

Sayang, pembelian pemain di era Mourinho, seperti biasa, masih menyasar pemain asing yang sudah mapan seperti Ibrahimovic, Lukaku, Matic, Pogba, dan Sanchez. Beruntung pemain-pemain Inggris seperti Young, Smalling, Jones, Shaw, Lingard dan Rashford masih diberi tempat di starting eleven sehingga Manchester United tetaplah sebuah "klub Inggris".

Ole Gunnar Solksjaer pun tiba. 

"Wajah bayi" dan kesuburannya masih lekat di ingatan saya kala bermain untuk United di tahun 90an hingga 2000an. Ole membangkitkan lagi gairah bola saya terhadap United yang sempat meredup sejak ditinggal Sir Alex. Sebabnya adalah karena 

Ole memulai musim 2019/2020 dengan perekrutan yang saya pikir "mengembalikan jiwa" United. Kampanyenya dimulai dengan mendatangkan Daniel James (21), bintang muda Swansea, kemudian Aaron Wan-Bissaka (21) dari Crystal Palace, dan pembelian yang membuat heboh karena pecahnya rekor bek termahal dunia yaitu Harry Maguire (26) dari Leicester. 

Pemecahan rekor untuk seorang bek Inggris juga pernah dilakukan manajemen di masa Alex Ferguson. Pada tahun 2002 Rio Ferdinand (24) dibeli dari Leeds United seharga 30 juta poundsterling yang merupakan rekor pemain termahal di Inggris pada waktu itu.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3