Mohon tunggu...
Chunk ND
Chunk ND Mohon Tunggu... mahasiswa -

mahasiswa tingkat akhir tak ada kata terlambat untuk belajar, termasuk menulis sebagai coretan untuk keabadian. sebab dengan menulis maka ingatan akan terawat.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Menautkan Hati

26 April 2017   14:33 Diperbarui: 27 April 2017   00:00 147
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
pandangan penuh teka-teki

Aku sembuh seketika, dari perih yang tak henti menggerogoti

Bibir memiliki senyumnya kembali

Saat kutatap kau dengan senyum tanpa henti

Harapku melayang, hatiku bergumam, pikirku kau pengaruhi



Sajak ini teruntuk dikau

Pemilik senyum dengan makna tak tentu

Jiwaku bergetar seolah tanah memilih membisu

Meretas ego yang kian lama membeku



Aku paham pikirmu, tentangku yang masih saja kau ragukan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun