Mohon tunggu...
Benny Rhamdani
Benny Rhamdani Mohon Tunggu...

Menulislah hal yang bermanfaat sebanyak mungkin, sebelum seseorang menuliskan namamu di nisan kuburmu. http://bennyrhamdani.com/ | follow @bennyrhamdani_

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Menilik Larisnya Buku ‘#UdahPutusinAja’

14 Maret 2013   07:55 Diperbarui: 24 Juni 2015   16:48 0 9 8 Mohon Tunggu...
Menilik Larisnya Buku ‘#UdahPutusinAja’
13632475911602289104

Pada Islamic Book Fair yang berlangsung1-10 Maret 2013, salah satu buku fenomenal adalah #UdahPutusinAja karya Ustad Felix Y Siauw. Hampir setiap orang yang berlalu lalang di Istora memegang buku dengan cover warna pink tersebut.

Saya berhasil mewawancarai editor in chief buku tersebut, yakni Yadi Saeful Hidayat dari Penerbit Mizan.

Buku #Udah Putusin Aja itu tentang apa? Sasarannya siapa?

Ada yang bilang, buku #UdahPutusinAja mengulas tentang pacaran dalam Islam. Benar sih, tapi terlalu sempit kalau mengatakan buku ini hanya bicara tentang pacaran dalam Islam. Sebab, buku ini juga hadir sebagai penuntun agar remaja muslim dan muslimah tidak salah dalam bergaul, termasuk di antaranya terjebak dalam pacaran yang sekarang seolah-olah sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam dunia pergaulan remaja. Orangtua juga perlu membaca buku ini agar bisa menjaga putra-putri remaja mereka dari pergaulan yang tidak baik.

Di buku ini juga ada penjelasan mengapa ditulis dengan judul #UdahPutusinAja? Bukannya lebih tepat #UdahNikahinAja atau #YukPutus? Atau segala hashtag yang memotivasi agar menyegerakan menikah, bukannya provokasi untuk putus? #UdahPutusinAja memang sejatinya lebih tepat bagi pelaku pacaran. Mengapa? Sederhana saja, karena orang yang melakukan aktivitas ini adalah orang yang belum siap untuk menikah. Logikanya, bila dia sudah siap menikah, untuk apa lagi pacaran? Begitu, kan?

Lihat saja mereka yang pacaran, sebagian besar adalah anak-anak yang belum cukup umur. Masih menadah uang ke orangtua dengan seragam putih abu-abu, putih biru, bahkan putih merah. Bagaimana membicarakan pernikahan pada mereka?

OK, beberapa di antara mereka mungkin dewasa dan betul-betul siap menikah, tapi apakah orangtua mereka juga berpendapat sama dan siap menikahkan?  OK, mungkin ada yang telah dewasa dan siap dinikahkan orangtuanya, tapi berapa banyak. Maka, buku #UdahPutusinAja ini lebih relevan untuk diulas sesuai dengan keadaan remaja zaman ini.

[caption id="attachment_249325" align="alignright" width="300" caption="Editor in chief Penerbit mizan, Yadi saeful Hidayat dan #UdahPutusinAja. Foto: pribadi"][/caption] Apa yang membuat tertarik menerbitkan buku 'Udah Pustusin Aja'? Materi naskahnya? Judulnya? Atau penulisnya? Berapa lama proses penulisannya juga proses redaksi. Adakah kendalanya?

Sebetulnya, begitu mengetahui hashtag #UdahPutusinAja yang selalu di-posting oleh penulisnya, Ustad Felix Siauw (@felixsiauw), kami langsung tertarik untuk menerbitkannya. Dengan kapasitas keilmuan yang dimiliki oleh Ustad Felix, dan tentu saja popularitas beliau di social media terutama Facebook dan Twitter, kita tidak pernah merasa ragu untuk menerbitkan buku tersebut. Apalagi setelah melihat materi naskahnya, yang hanya ditulis dalam kurun waktu 1 bulan, kita yakin bahwa buku ini akan menjadi bacaan yang tepat bagi para remaja dan orangtua.

Bagaimana pengaruh popularitas penulisnya terhadap pengambilan keputusan menerbitkan 'UPA'? Apa saja yang jadi indikator popularitas penulis? Apakah followernya di sosmed berpengaruh? Apakah intensitas kemunculan di media sosial pengaruh?

Seperti disebutkan di awal, popularitas penulis juga menjadi salah satu pertimbangan kami untuk menerbitkan buku tersebut. Ustad Felix Siauw ini dikenal dengan gaya bahasanya yang renyah saat mem-posting tulisan di Facebook atau nge-tweet, sehingga follower-nya di dunia maya pun semakin banyak. Ini juga menjawab pertanyaan selanjutnya, bahwa saat ini keaktifan seorang penulis di social media akan sangat berpengaruh bagi sebuah penerbit dalam mengakuisisi naskahnya.

Langkah-langkah promosi apa saja yang sudah di lakukan untuk buku ‘UPA’? baik sos med maupun event?

Buku ini kita launching pada 14 Februari 2013 di Function Room Gramedia Matraman, Jakarta. Peserta yang hadir untuk mengikuti acara launching sangat banyak, meluber hingga ke luar ruangan. Bahkan, bukunya sendiri di hari itu sold out saking antusiasnya peserta launching hingga tertarik untuk memiliki bukunya. Saya melihat, selain karena strategi promosi kita yang tepat, baik melalui event launching dan bedah buku, keberhasilan Ustad Felix Siauw memopulerkan hashtag #UdahPutusinAja sebelum bukunya terbit juga menjadi salah satu faktor penting dalam promosi buku ini. Artinya, sebelum buku #UdahPutusinAja ini terbit, orang-orang (terutama follower @felixsiauw yang mencapai angka 250 ribuan) memang sudah mengenal judul tersebut dari hashtag yang selalu digunakan oleh penulis saat nge-tweet.

Pada 9 Maret 2013 yang lalu, kita mengadakan acara bedah buku #UdahPutusinAja di Islamic Book Fair, Senayan, Jakarta. Ribuan orang memadati acara tersebut dengan penuh antusias. Bukunya pun terjual dengan sangat laris, dan mencatatkan rekor sebagai buku dengan penjualan tertinggi dalam sejarah pameran buku di Indonesia.

Setelah menjadi buku best seller di Islamic Book Fair, langkah apakah yang akan dilakukan? Sekuel?

Buku #UdahPutusinAja ini sangat fenomenal. Di beberapa sekolah, buku ini dijadikan sebagai panduan untuk Bimbingan dan Konseling. Karena itu, dalam waktu dekat, kita akan melakukan roadshow dalam rangka bedah buku ini ke sekolah, pesantren, kampus, dan masjid di seluruh kota di Indonesia. Melalui kegiatan roadshow ini diharapkan para remaja di Indonesia tidak lagi terjebak dalam pergaulan yang salah kaprah. Apakah akan terbit sekuelnya? Tunggu saja kejutan dari kami. Yang pasti, insya Allah, Penerbit Mizan akan selalu menjadi yang terdepan dalam mempersembahkan karya-karya terbaik dan berkualitas bagi bangsa ini. Amin.

(ben)

Follow me: @bennytopmodel

KONTEN MENARIK LAINNYA
x