Mohon tunggu...
Bangun Sayekti
Bangun Sayekti Mohon Tunggu... Apoteker - Pensiunan Pegawai Negeri Sipil

Lahir di Metro Lampung. Pendidikan terakhir, lulus Sarjana dan Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Apa Salah Binatang Ini (2)

22 Juni 2021   21:19 Diperbarui: 22 Juni 2021   21:29 152
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Suatu saat penulis berbincang dengan teman -- teman, perihal binatang yang namanya babi. Apa dasar saudara mengatakan babi haram, dan uang hasil penjualan babi juga dikatakan haram? Mereka umumnya menjawab, karena daging babi haram untuk dimakan. Dan uang penjualan tadi berasal dari babi, maka uang hasil penjualan babi juga haram hukumnya, kata mereka.  Ooo jadi karena memakan daging babi diharamkan, dan daging itu berasal dari babi maka babinya sebagai penghasil daging dinyatakan haram? Demikian juga uang hasil penjualan babi, dikatakan haram? Kata penulis. Iya betul jawab mereka lagi.

Apakah anda sekarang membawa uang? Membawa jawabnya. Lalu dengan cara apa, anda mengetahui bahwa uang yang ada dalam saku anda tadi bukan, atau berasal dari hasil penjualan babi? Dengan cara apa anda mengetahui bahwa uang yang ada dalam saku anda tadi bukan, atau berasal dari hasil judi? Dengan cara apa anda mengetahui bahwa uang yang ada dalam saku anda tadi bukan, atau berasal dari hasil merampok? Dengan cara apa anda mengetahui bahwa uang yang ada dalam saku anda tadi bukan, atau berasal dari hasil korupsi? Dengan cara apa anda mengetahui bahwa uang yang ada dalam saku anda tadi bukan, atau berasal dari hasil pekerjaan jahat lainnya?

Bukankah uang itu hanyalah benda mati, yang hanya difungsikan sebagai alat tukar. Mestinya hal - hal tersebut, dimaknai sebagai berikut. Bukan uang hasil judi yang diharamkan, atau dilarang tetapi perbuatan judinya yang diharamkan, atau dilarang. Bukan uang hasil merampok yang diharamkan, atau dilarang tetapi perbuatan merampoknya yang diharamkan, atau dilarang. Bukan uang hasil korupsi yang diharamkan, atau  dilarang tetapi perbuatan korupsinya yang diharamkan, atau dilarang. Dari uraian tersebut kiranya dapat disimpulkan, bahwa yang diharamkan, atau dilarang adalah perbuatannya. Analog, atau sama dengan alur pikir tadi maka yang diharamkan, atau yang dilarang adalah memakan  daging babi. Tidak lalu disimpulkan daging babi, babi, dan uang hasil penjualan babi adalah haram. 

Hendaklah cermat, manakala akan mengambil suatu simpulan. Lebih - lebih bila simpulan itu, akan disampai-kan kepada orang lain. Sebelumnya dikaji secara cermat terlebih dahulu, supaya tidak termasuk kedalam kelompok orang yang mendustakan ayat -- ayat Allah, yang sungguh sangat berat pertanggung jawaban akhirnya dihadapan Allah. Surat Al Baqarah ayat 39. Adapun orang - orang yang kafir dan mendustakan ayat - ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. 

Hendaklah dipahami bahwa yang diharamkan adalah memakan daging babi. Itupun Allah masih memberi toleransi, dan tidak ada dosa kepada orang yang dengan terpaksa harus memakannya. Jadi bila seseorang punya peternakan babi ingin makan daging ya babinya dijual, kemudian dengan uang hasil penjualan babi itu digunakan untuk membeli daging sapi, atau daging kambing, atau daging kerbau, dan lain sebagainya. Setelah dimasak lalu dimakan, insya-Allah sehat orang yang memakannya.

Surat An Nahl ayat 5. Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada ( bulu ) yang menghangatkan dan berbagai - bagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan. 

Allah menciptakan binatang termasuk babi tentu ada manfaatnya, hanya manusia saja yang belum mengetahui manfaat apa yang ada dibalik penciptaan semua binatang tersebut. Manusia tinggal menikmati, dan memanfaatkannya saja apa yang diciptakan Allah, jadi tidak usah melarang Allah untuk menciptakan binatang apapun yang diciptakan. Justru mestinya diteliti, kira -- kira apa ya manfaatnya kok babi diciptakan.

Dan hendaklah kita sebagai manusia harus pandai bersyukur, karena kecuali manfaatnya juga sekaligus sudah diberitahukan, mana - mana daging yang dapat berakibat kurang baik bila dimakan. Ini dimaksudkan agar kita lebih berhati -- hati, dan waspada dalam melakoni hidup, dan kehidupan di atas dunia ini; Tidak asal makan daging apa yang ada tanpa diolah dengan baik, dan benar terlebih dahulu.

Bila mengacu surat An Nahl ayat 5 tadi mestinya dapat kita pahami, mengapa Allah menciptakan binatang ternak tersebut. Ditilik dari penggalan ayat tadi dinyatakan .......... padanya ada (bulu) yang menghangatkan........... dan kenyataan menunjukkan bahwa dari bulu binatang ternak, dapat dibuat pakaian yang dapat dimanfaatkan sebagai penghangat badan bagi mereka yang berdomisili di daerah dingin, atau penghangat badan mereka yang sedang berkunjung ke daerah dingin.

Belum lagi jenis pakaian yang hanya dikenakan oleh orang - orang tertentu saja, berupa pakaian yang bahannya terbuat dari bulu binatang karena harganya tidak murah. Ini salah satu manfaat dari binatang ternak ciptaan Allah, yang baru berasal dari bulunya saja. Melihat kenyataan ini, sudah seharusnya manusia berucap syukur atas diciptakannya binatang ternak bukan? Mestinya kita menyadari bahwa Allah punya tujuan dari setiap apa yang telah diciptakan, tetapi manusia belum mengetahuinya.

Manfaat lain dari binatang ternak diantaranya: sebagai sarana transportasi, yang dapat digunakan untuk mengangkut barang dari satu tempat ke tempat yang lain, misal kuda, sapi, unta, dan lain sebagainya. Oleh pak tani binatang ternak dapat dipergunakan untuk membajak sawah, dan tegalan misal sapi, dan kerbau.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun