Ekonomi Pilihan

KPK Ungkap Kasus Suap Walikota Kendari

13 Maret 2018   14:18 Diperbarui: 13 Maret 2018   14:33 219 1 1

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang 2,8 miliar rupiah sebagai uang suap kepada walikota Kendari, Sulawesi Tenggara, yang beberapa hari sebelumnya tertangkap dalam operasi tangkap tangan. Uang sebanyak itu di simpan didalam kardus, terdiri dari uang pecahan 50 ribu rupiah, dengan total nilai 2.798.300.000 (dua miliar tujuh ratus sembilan puluh delapan tiga ratus ribu rupiah), jadi kurang 1.700.0000 (satu juta tujuh ratus ribu rupiah).

Membaca angka 2,8 miliar dengan angka 2.798.300.000, kadang menjengkelkan.  Membaca angka yang panjang dan mengirimkan ke otak kita butuh energi lebih dibanding angka yang bulat. Males banget. Kenapa sih korupnya enggak bulat? Nyusahin aja.

Perasaan yang muncul ini, mirip mirip seperti perasaan saya saat kemarin membeli sepatu dengan harga 199.900 rupiah. Secara psikologis 100 ribu, secara dompet 200 ribu. Belum termasuk beban menerima uang kembalian logam sebesar 100 rupiah.  Mau di taruh didompet norak, dimasukan kantung celana enggak enak, dibuang melanggar hukum. Kok jadi tidak bahagia, ya?

Itulah, kadang kita begitu santai dengan jumlah uang nominal besar dan lebih ribet dengan nominal kecil. Apa karena gaji saya kecil ya? Saya kadang begitu sibuk menjejerkan tumpukan uang logam gopean, ketimbang ngurusi ratusan ribu atau jut jutan. Apa karena gaji saya hanya numpang lewat saja ke istri saya,ya?

Makanya, ketika saya melihat tayangan KPK menunjukkan barang bukti berupa uang 2,8miliar pecahan 50.000 rupiah dalam jumpa pers digedung KPK Jakarta (jumat 9/3/2018), saya mengangguk  angguk.  Bukannya saya mengerti atau apa, tapi saya jadi kehilangan orientasi.Saya mengalami disorientasi dari pemahaman saya yang kronik perihal nominal receh dan non receh. 

Saya shock, saya lebay!

Saya hanya bisa mengambil satu satunya lembar 50 ribuan dari dompet saya dan mengukur dimensi panjang kali lebarnya, 169mm x 65mm. Terlihat petugas KPK menumpuk uang diatas meja dengan baris kesamping 9 x169mm= 1521mm, tinggi 6 x 65mm = 390mm.

Untuk dimensi lebar saya tidak bisa melihatnya karena telivisi dan gambarnya tidak 3D. Gak apa apa saya pun nggak terlalu kepo.

Bahwa dengan melihat tayangan uang 2,8 miliar secara fisik, melemparkan saya pada pemahaman bahwa gaji saya ternyata recehan  dan tiba tiba saja saya jadi benci sama logam gopean.

Tayangan itu menyakitkan. Tayangan uang 2,8 miliar itu bisa membuat saya labil, tidak mensyukuri hasil kerja saya.

Tayangan itu menghina saya, kata bagian jiwa saya yang provokatif.

Mestinya KPK tidak perlu memamerkan spot uang sebanyak itu, cukup dioralkan saja 2,8 miliar, sudah.  Barangkali prosedur, atau kebanggaan, atau prove of achievement, tanggung jawab ke masyarakat  atau komitment dan sebagainya, okelah. Tapi jangan menayangkan 2,8 miliar itu, please.

Tayangan jadi mirip kasino atau penggandaan uang.

Seharusnya media memblur bagian spot uang ini, sedang untuk orang utan yangsedang menghisap rokok di kebun binatang bandung aja di blur.

Harusnya KPI sangat berhak dan berkompeten dengan melayangkan surat peringatan, bahwa tayangan memamerkan uang sitaan itu tidak mendidik dan membuat bingung. Malah bisa merendahkan yang tidak korup dan meninggikan yang korup.

Coba yang di pamerkan uang korupsi sejumlah100 ribu saja, ini juga nggak baek, bisa merendahkan koruptor dan meninggikan yang tidak korup.

Jadi stop tayangan uang korupsi.

2.8 miliar didepan mata. Membuat saya sesak napas tapi matre


jkt13032018