Mohon tunggu...
Bambang Syairudin
Bambang Syairudin Mohon Tunggu... Dosen - Bams sedang berikhtiar untuk menayangkan satu per satu puisi dari sepuluh rincian puisi tentang Ruang-ruang Keintiman Qolbi. Semoga bermanfaat. ©

========================================== Bambang Syairudin (Bams), Dosen ITS. ========================================== Bams sedang berikhtiar untuk menayangkan satu per satu puisi dari sepuluh rincian puisi tentang Ruang-ruang Keintiman Qolbi. Semoga bermanfaat. ==========================================

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Rencana Merinci Menolehnya Puisi

18 Januari 2022   02:12 Diperbarui: 18 Januari 2022   02:16 208 44 11
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Gambar Ilustrasi merupakan dokumen karya pribadi (Karya Bambang Syairudin)

coba lihatlah arah menolehnya puisi-puisi
hingga putaran lehernya menjadi begini
coba lihatlah sudut pandangnya  puisi itu
hingga gerakan matanya menjadi begitu

cobalah cermati bagaimana tubuhnya
hendak mereka bawa serta kemana
cobalah cermati kapankah ia pergi
cobalah cermati kapan ia kembali

cobalah rinci arah menolehnya puisi
dalam ruang-ruang puisi mengisi
cobalah rinci apakah benar puisi-puisi
menjadi menyibukkan diri seperti ini

satu, menoleh ke dalam lupa kel uar
dua, menoleh ke luar lupa ke dalam
tiga, menoleh luar dalam

empat, menoleh ke kiri lupa ke kanan
lima, menoleh ke kanan lupa ke kiri
enam, menoleh kiri kanan

tujuh, sibuk menoleh kemana-mana
delapan, bingung menoleh kemana
sembilan, tak menoleh kemana-mana

(rencana merinci menolehnya puisi, 2022)

Puisi tentang rencana merinci menolehnya puisi dalam bentuk sembilan judul puisi yang akan dilahirkan menjadi sembilan puisi. Semoga bermanfaat.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan