Mohon tunggu...
Bambang Syairudin
Bambang Syairudin Mohon Tunggu... BAMS, lebih senang DIAJARI oleh PUISI daripada DIAJARI oleh SAJAK; kalau puisi ngajarinya serius sekali, sedangkan dengan sajak malah diajak tertawa terbahak-bahak ngakak! ©

========================================== BAMS, hidup dan mencari NAFKAH sebagai Dosen di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Pernah BELAJAR di Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung. BAMS, lebih senang DIAJARI oleh PUISI daripada DIAJARI oleh SAJAK; kalau puisi ngajarinya serius sekali, sedangkan dengan sajak malah diajak tertawa terbahak-bahak ngakak! ========================================== KEPADA SEMUA TEMAN, yang telah memberikan KERAMAHAN KOMEN dan PENILAIAN, saya mengucapkan SANGAT BERTERIMAKASIH. 🙏🤝🙏 ========================================== KEPADA ADMIN KOMPASIANA, yang telah dengan SANGAT BAIK dalam MENGELOLA dan menyediakan TEMPAT BERBAGI LITERASI, saya mengucapkan SALAM SALUT dan SANGAT BERTERIMAKASIH. 🙏🤝🙏 ==========================================

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Monolog 8: Kerinduan

2 Juni 2021   19:00 Diperbarui: 2 Juni 2021   18:56 89 21 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Monolog 8: Kerinduan
Gambar Ilustrasi merupakan dokumen karya pribadi (Karya Bambang Syairudin)

Monolog 8: Kerinduan

Anakku, Fia, kerinduan pada hakekatnya adalah realitas jiwa yang memberontak. 
Memberontak terhadap tekanan realitas duniawi yang mengusung keterpecahan ruang-waktu.

Anakku, engkau tentu sudah mengerti apa itu hakekat kerinduan. 
Engkau tentu sudah bisa mengelompokkannya kedalam garis, lingkaran, ataukah titik.
Sebagai wujud, daging dan tulang, pikiran, kesadaran, jantung, dan hatimu tentu pernah mengalaminya. 

Dan tentu engkau akan berhadapan dengan sedih, gelisah, senang, susah, merana, menderita, bahagia. 

Tapi, anakku, pernahkah engkau merindukan dirimu? 
Dan pernahkah engkau merindukan Tuhanmu ? 
Ingatlah, anakku, bahwa kerinduan adalah salah satu bukti jejak akan adanya hakekat perjumpaan. 
Jika engkau tidak menggunakan bahasa kesadaranmu, pastilah engkau akan yakin bahwa kerinduan itu hakekatnya adalah tidak ada. 
Karena hakekat perjumpaan sudah memuat keabadian, ruang dan waktu tidak ada, jarakpun dengan sendirinya tak ada; 
dan kita tidak bisa mengatakan dimana letaknya jauh, dan dimana letaknya dekat, karena semuanya itu ada pada keserentakan perjumpaan. 
Dan semuanya berkumpul, saling bersaksi.

Baiklah, anakku, ayah kira, wasiatku tentang hal ini sudah cukup bagimu.

VIDEO PILIHAN