Mohon tunggu...
Beng beng Sugiono
Beng beng Sugiono Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis

La Historia, Me Absolvera. Menulis/Traveling/NaikGunung/Membaca

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sudut Rumah

20 Maret 2023   13:59 Diperbarui: 20 Maret 2023   14:00 71
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gemuruh cakrawala memecah keheningan, di sudut rumah seketika menjadi terang menembus kegelapan oleh kilatan cahaya langit, kemudian menyadarkan lamunan untuk terus menghadapi kenyataan hidup yang perih, perlahan namun pasti kabut tipis turun menyejukkan di sertai rintik hujan meskipun tetap saja tidak membuat jiwa menjadi tenang, hingga kemudian pagi pun menjelang menyingkap gelapnya malam menggugah setiap makhluk di hamparan bumi, langit jingga udara pagi serta mentari menyinari setiap kehidupan di bumi, meskipun gelisah dalam batin hampir saja memadamkan harapan yang di bangun dengan derai air mata. 

Pagi itu, hantarkan manusia pada rutinitas untuk menggenapi hidup dengan pertukaran peluh dan air mata dimana seluruh mahkluk mendapatkan hak-haknya sesuai dengan garis takdirNya.

Di sudut desa, di dalam rumah tua yang telah usang serta kumuh terdapat lelaki yang juga mempunyai kesempatan yang sama dalam menyambut pagi, namun sepertinya tidak bahagia, meskipun mata serta langkahnya lunglai tak berarah, sedangkan beban di pundaknya seakan hampir mengoyakkan mimpi serta asanya. 

Baca juga: Bunyi yang Sunyi

Tentang keteguhan dan keyakinan

Tentang cinta kasih dan harapan di dirinya.

Baca juga: Kampus yang Sunyi

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun