Mohon tunggu...
APOLLO_ apollo
APOLLO_ apollo Mohon Tunggu... Buruh - Tan keno kinoyo ngopo

Tidak ada yang BARU di bawah Matahari, semua sudah ada, dan mengada. Tidak ada itu disebut Novelty apapun, semua didunia ini hanya Imitasi, tiruan, Mimesis, dan mengulangi yang sudah ada. Umat Manusia adalah Peniru, Ber Reinkarnasi, dan hanya berputar-putar dalam LABIRIN yang tidak ada makna apapun, kecuali Penderitaan, dan akhirnya Semua Sia-sia di bawah Matahari. Manusia terlempar dan jatuh dalam Realitas kekosongan hampa dan tak berarti apapun, kecuali Penderitaan, dan Penderitaan. Umat manusia hanyalah permainan Wayang dari Dalang yang tidak dapat diketahui serta Tersembunyi ( Tan Keno Kinoyo Ngopo ). Semua adalah Sia-sia, hasilnya hanyalah ada Kekecewaan, dan Penderitaan Universal Manusia dimuka Bumi. Dan Itulah Hakekat Manusia paling Otentik.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Tempat Jin Buang Anak

27 Januari 2022   10:06 Diperbarui: 27 Januari 2022   10:14 217 10 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Tempat Jin Buang Anak; Bagaimana memahami kata-kata ini?, Jawaban Filsafat Bahasa, maka diskursus ini akan menemukan jawabannya sangat sulit dan sekaligus  sangat mudah, karena bisa saja  saling mengalami tesis antitesis- sintesis bahkan berpontensi mengalami paradoks apalagi diera post truth "tidak ada kebenaran tunggal 100%",  misalnya karena kemungkinan tindakan bahasa mengalami poliperspektif.  

Bisa dipahami multi dan melampaui Perspektif yang sudah ada misalnya pada sisi  Terminologi;  Perspektif sebagai fenomena antropologis;  Perspektif sebagai fenomena budaya, Perspektif dalam karya seni melukis,  Seni rupa sebagai bentuk objektifikasi,  Perspektif dalam Seni Gambar, dan lain-lain;

Karena itu  Roland Barthes mengajukan tesis  bahasa adalah kulit. Ini menciptakan kesetaraan antara kulit dan teks. Keduanya penting bagi kehidupan manusia. 

Manusia juga membutuhkan cinta untuk hidup bahagia. Kulit dan bahasa menghubungkan momen yang berbeda. Keduanya berada dalam hubungan timbal balik. 

Saat disentuh, kulit tidak hanya merasakan apa yang disentuh, tetapi juga merasakan sentuhan dari apa yang disentuh. Bahasa mengacu pada diri sendiri dan mempersepsikan dirinya sendiri. 

Ego menyebut pasangannya bisa mewakili tubuh. Di balik ini bisa jadi ada konsep yang menyamakan wanita dengan tubuh dan pria dengan roh. Karena "Daging Manusia" dapat dibaca sebagai aliran kesadaran. 

Ego, di sisi lain, memungkinkan pembaca berpartisipasi dalam semua pemikiran, pembaca belajar sedikit tentang tubuhnya.  Tubuh dan bahasa dieksplorasi secara setara oleh ego. Ego merasakan jalannya dari kulit, rambut, leher ke seluruh tubuhnya. 

Dengan melakukan itu, ia menemukan motif utama, lompatan dalam teks dan ruang kosong. Seolah-olah manusia tidak hanya terikat pada bahasa, tetapi seolah-olah setiap manusia adalah bahasa, teks yang berdiri sendiri. 

Manusia  adalah teks itu sendiri. Saya membacanya dari kulit, di mana saya mengikuti kaki teks, sampai ke siku, di sini tulangnya memisahkan ke tangan, dan di sana jari-jari terjalin, dia membungkus saya dalam kata-katanya, beberapa bagian tubuh sangat cocok untuk pertimbangan ini.

Manusia pasti dipahami sebagai sebuah teks. Setiap individu memiliki ciri-ciri karakternya masing-masing. Setiap kehidupan individu membenamkan dirinya dalam sifat-sifat manusia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan