Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penulis - Penikmat kata

Antologi puisi: Tiga Bicara Hujan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Elegi Kanjuruhan

7 Oktober 2022   18:46 Diperbarui: 7 Oktober 2022   18:47 263 51 14
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi. Aksi solidaritas Aremania untuk Tragedi Kanjuruhan/ AP Photo via bola.net

Bulan berkabut

Tanah tumpah air mata
ngalir di beranda
Pintu-pintu rumah beku
Keriuhan televisi mengirimkan ngilu

Angin mati
Sunyi yang gigil

Kalian tahu
Anak-anak itu esok ingin menjadi guru, dokter,  polisi, tentara
Atau yang biasa ditulis di dalam buku: berguna bagi nusa dan bangsa
Sedang anak yang lain telah berjanji kepada teman-temannya untuk belajar bersama
Dan bapak itu esok akan mengajarkan naik sepeda kepada anaknya

Kanjuruhan
Memupus cerita
Malam itu

Malam itu

***

Baca juga: Menjaga Api

Lebakwana, Oktober 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan