Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penikmat kata

Antologi puisi: Tiga Bicara Hujan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Matahari Merah

23 Mei 2021   20:22 Diperbarui: 23 Mei 2021   20:33 140 43 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Matahari Merah
Ilustrasi matahari merah. Sumber: aceh.antaranews.com 

Pagi ini matahari merah di antara tiang-tiang listrik, di atas atap rumah 

Barangkali sebagai pertanda kembalinya riuh kata-kata, yang keluar dari beranda linimasa. Kadang meluncur seperti tak terencana, tak lebih dahulu dicerna 

Di tempat lain, sebagian orang hanya memperkuat barisan, menghitung menimbang seberapa besar dapat bagian. Kalau tidak, akan mengirimkan lolong sepanjang malam. Seperti foto-foto menakutkan: siluet serigala di bawah bulan purnama. Raungannya menyelusup pintu-pintu ruangan

Atau bisa juga menyerang balas, balik menggonggong, dengan lebih banyak memberi makan anjing-anjing peliharaan 

Udara riuh dengan gonggong anjing 

Tapi percayalah, ketika takada lagi yang bisa dimakan, dan tuannya tak lagi di gelanggang, anjing-anjing ini yang pertama kali meninggalkan barisan 

***

Lebakwana, Mei 2021. 

VIDEO PILIHAN