Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penikmat kata

Antologi puisi: Tiga Bicara Hujan

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Republik Entah

7 Mei 2021   19:51 Diperbarui: 7 Mei 2021   19:58 212 57 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Republik Entah
Ilustrasi korupsi baltyra.com via kisahhikmah.com

Ini kisah dari negeri entah. Tentang Raja yang berhari-hari termenung tak sudah. Negeri diserang tikus-tikus pongah juga serakah. Jalan jembatan dimamah, hutan dikunyah, gunung pun dibelah. 

Dipanggillah putra mahkota juga para punggawa istana. Bertukar cerita, bersiasat berencana. Menyelamatkan negeri agar tidak hancur tinggal legenda 

Dibentuklah pasukan kucing penggebuk tikus, agar kerakusan cepat diberangus 

Tapi tikus makhluk cerdik cendikia. Ia berteman dengan para punggawa istana. Dibuatlah aturan agar kucing diikat lehernya, supaya dalam menerkam mangsa tak merajalela. Dan pilih-pilih sesuai selera punggawa istana 

Dan tikus pun tetap melanjutkan pesta. Melanjutkan tradisi bagi-bagi upeti kepada penguasa 

Rakyat marah meluruk istana. Bagaimana kondisi raja dan punggawa istana, tunggu esok lanjutan ceritanya

***

Lebakwana, Mei 2021 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x