Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penikmat kata

Pedagang kaki lima Terlambat turun gunung

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Pada Suatu Sore Membincangkan Sore

8 April 2021   20:25 Diperbarui: 8 April 2021   20:40 148 40 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pada Suatu Sore Membincangkan Sore
Ilustrasi. Foto oleh Nihat/ Pexels 

Tiga hari yang lalu cahaya sore turun lindap, ada kilau sulit terbaca pada bola mata. Cerita-cerita mendung 

Jalanan diam. Sementara, kembang di halaman menunggu disiram. Tapi ada buah cinta menunggu di beranda, menepis lelah setelah seharian bekerja 

*

Sore, dua hari yang lalu ada genangan air di beranda, sisa hujan pada mata. Diam jalanan. Menghilang ke mana bebunyian 

*

Hari ini sore yang ketiga. Cuaca sedikit berubah. Kali ini jalanan tak lagi diam. Anak-anak selesai mandi, dengan bedak lucu di pipi, baju warna-warni. Menghambur keluar 

Jalan depan rumah pecah 

Tertawa, berlarian; ada yang jatuh dari sepeda 

Melihat dunia lewat tiga kali sore. Waktu yang sama, rumah dan jalan yang itu-itu juga, anak-anak dan sepeda yang kemarin. Namun, ada tiga cerita yang berbeda 

***

Lebakwana, April 2021 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x