Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penulis - Penikmat kata

Nganu. Masih belajar

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen | Kembang Cinta untuk Dinni

26 Maret 2020   21:43 Diperbarui: 26 Maret 2020   21:49 225
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Nah! 

Tunggu dulu! Apa ini bukan kesannya terlihat terburu-buru? Mm, nanti saja, menunggu saat yang tepat. 

Kembang itu kuselipkan di pagar. 

***

Dinni menyambutku dengan senyum yang amat cerah. Terlihat ia begitu rapi. Mm, baru selesai mandi. Aroma parfum dari tubuhnya menyelusup hidungku. Kupejamkan mataku sejenak, meresapinya. Apakah ia memang sengaja ingin menyambutnya seperti ini? Ini memang tak biasanya. Ah, cinta, selalu menemui jalan yang tepat. 

Aku dan Dinni duduk bersisian, dipisahkan meja kecil. Di teras depan rumahnya. Dinni tersenyum kecil memandangku. 

Sekarang! 

"Din...."

"Ng..."

"Aa-aku, aku..., aku ingin mengatakan sesuatu padamu... kabar bahagia.... Aku...!"

"Iya? Kok kita sehati, ya? Aku juga ingin menceritakan kabar bahagia."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun