Mohon tunggu...
Ayah Tuah
Ayah Tuah Mohon Tunggu... Penikmat kata

Pedagang kaki lima Terlambat turun gunung

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Malam Ini Aku Membuat Puisi bersama Nostradamus

15 April 2019   06:29 Diperbarui: 16 April 2019   20:40 23 6 0 Mohon Tunggu...

Waktuku cuma sebentar. Subuh nanti aku pergi mengendarai halilintar

Simak baik-baik, kuajarkan engkau menulis puisi tentang masa depan. Tentang tanah yang terbelah menelan segala yang ada. Beri peringatan kepada para penjual kata dari sang Maha, dengan harga yang sangat tak berharga

Tiga, 5, dan di pertengahan delapan bukan waktu yang lama. Gambar-gambar yang kumuh. Kata-kata bersilang riuh. Itu awal pertanda

Tetap saja mereka lupa berjaga-jaga

Sekarang kuajarkan cara membuat petir dan mengendalikan amuk badai. Hempaskan di ruang terbuka, tak perlu bantuan awan yang menggelap gulita. Tak perlu ragu bila penjual kata itu menjadi debu. Ini adalah tanda kedua

Catat, ini tanda yang terakhir. Kuajarkan engkau mantra puisi bagaimana cara menggulung ombak. Sapu, sapulah daerah  Selatan. Mereka mabuk kata lupa ingatan

Tetap saja mereka tak berjaga-jaga

Jangan berkecil hati bila puisimu tak dibaca. Nanti bila suara-suara telah berhenti, dan daratan menyisakan gemercik air danau, sunyi. Huruf-huruf dari sekeliling bumi akan mengejarmu, bertanya apa, siapa, dan mengapa

Cilegon, 2019

Catatan. Michel de Nostredame ( Nostradamus ) peramal dari Perancis yang paling fenomenal, lahir sekitar lima abad yang lalu. Ia tepat meramalkan kemunculan Hitler, juga Donald Trump. Ia meramal dengan cara berpuisi.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x