Mohon tunggu...
Ikhwanul Halim
Ikhwanul Halim Mohon Tunggu... Editor - Penyair Majenun

Author of 'The Geek Got The Girl', 'Rindu yang Memanggil Pulang', 'Kafe Pojok dan Barista tak Bernama' (Antologi Puisi), 'Terdampar dan Cerita-cerita Lain' (Kumpulan Flash Fiction), '2045' (Kumpulan Cerpen) dan 'Bobo Pengantar Dongeng' (Kumpulan Dongeng Kekinian). Father. Husband. Totally awesome geek. Urban nomad. Sinner. Skepticist. Believer. Great pretender. Truth seeker. Publisher. Author. Writer. Editor. Psychopoet. Space dreamer. https://web.facebook.com/PimediaPublishing/ WA: +62 821 6779 2955

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Kasus Sang Harimau (Bab 24)

29 September 2022   19:03 Diperbarui: 29 September 2022   19:22 65 6 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
dok. pri. Ikhwanul Halim

Sambadi Lambo sangat cocok dengan suasana tenang dan sepi pengunjung di Skypool. Setelan jas gelapnya yang seperti penampilan yang sempurna. Dia mengenakan dasi sutra bergaris, sepatu hitamnya mengilap bagai cermin.

Kami duduk bersama di sudut ruangan dekat jendela kaca piring menghadap ke biru kolam renang dan langit Jakarta. Tempat itu praktis sepi kecuali beberapa milenial di bar.

Seorang pelayan muncul dengan dua gelas Jack Daniels di atas nampan yang dipernis. Sambadi menunggu sampai pria keluar dari jarak dengar sebelum dia berkata, "Gadis kecil di Bogor, kamu tidak tahu asal keluarganya, kan?"

"Sayangnya tidak," kataku. "Yang kutahu hanyalah Namanya Kartika. Ria hanya mengatakan bahwa dia adalah keponakannya dan dia menghabiskan sebagian besar waktunya bersama mereka."

Aku menyesap wiski dan menyalakan sebatang rokok. "Apakah mungkin nama Kartika hanya kebetulan?"

'Bisa jadi', kata Sambadi.

"Tapi menurutmu tidak?"

"Mari kita lihat faktanya: Kartika adalah nama yang disebutkan oleh Diego, pelaut Kuba yang meninggal, benar?"

"Benar," jawabku. "Pria itu mengigau dan setengah demam, tapi aku mendengar dia menyebut 'Kartika' beberapa kali."

Sambadi mengangguk. 'Dan kita menganggap bahwa kemungkinan besar itu adalah pacarnya."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan