Mohon tunggu...
Asri NurismaYuniawati
Asri NurismaYuniawati Mohon Tunggu... Mahasiswa - Pelajar

Menulis dan membaca wattpad

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Akhir dari Sebuah Persahabatan

5 Oktober 2022   15:45 Diperbarui: 5 Oktober 2022   15:55 92 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Fiksiana. Sumber ilustrasi: PEXELS/Dzenina Lukac

Akhir Dari Sebuah Persahabatan

11 tahun yang lalu aku dan sahabatku April namanya. Kami berteman sejak umur 6 tahun. Awal pertemuan kami itu ketika aku dengannya masih duduk di bangku TK, sejak pertemuan itu kami menjadi sangat dekat, umur kami waktu itu hanya terpaut beberapa bulan saja karena kami seumuran. Selain April adalah teman TK ku dia juga merupakan tetanggaku, kami selalu bermain bermain bersama. 

Terkadang di rumahku dan terkadang rumah dia. "hai April ayo kita main seperti biasanya" April pun menjawab "ayo, tapi sekarang kita main dimana? Rumahku apa rumahmu?" akupun menjawab "rumahmu saja, karena di rumahku saat ini ada teman kakak ku". "ya sudah kalau begitu ayo pergi ke rumahku" kata dia kepadaku.

Setelah sampai di rumah April aku pun salim kepada ibunya April yang kebetulan beliau ada di rumah. Ibu April pun berkata "sini-sini masuk, temannya April ya?" aku pun hanya menjawab " iya Bu" lalu ibunya pun mempersilakan ku masuk ke rumahnya, aku dan April pun langsung bermain di ruang tamu, dengan wajah sumringah kami memainkan boneka barbie, boneka ini adalah boneka kesukaan jika kami bermain bersama, berbeda halnya ketika bermain di rumahku, ketika di rumahku kami bermain apapun yang bisa di mainkan seperti bermain masak-masakan dan kamipun terkadang saling bertukar cerita kehidupan kami.

Waktu sudah mulai petang waktunya aku harus segera pulang ke rumah, aku pun segera pamit kepada ibunya April yang kebetulan ibunya april sedang menjaga adik-adik nya April, iya April memiliki dua adik laki-laki, ibunya April pun berkata "sudah mau pulang?" aku pun menjawab "iya sudah bu" aku pun segera menyalami ibunya April sambil mengucapkan salam sebelum pergi dari rumahnya. Ketika aku sudah sampai di rumahku aku pun segera bersih-bersih dan setelah selesai akupun segera ikut makan bersama keluargaku dengan di sana sudah ada ayah, ibu dan kakakku. Kami pun makan dengan tenang. Setelah selesai akupun masuk ke kamar lalu mengistirahatkan diri.

1 tahun kemudian tepatnya hari di mana aku dan April akan mendaftar ke sd yang sama karena sebelumnya kami sudah sepakat untuk masuk sd yang sama, nama sdnya itu adalah SDN 4 ciharashas.  Hari selanjutnya setelah kami di terima di sekolah itu, kegiatan kami masih sama, aku dan April selalu pergi bersama, kita duduk pun di kelas dalam satu bangku yang sama, maksudnya April adalah teman sebangkuku. Di sekolah kami selalu bersama, mengobrol bersama, pergi bersama, dan pastinya kami itu seperti prangko tidak dapat terpisahkan, sampai saat kami menjadi seorang remaja. Tepatnya saat kami mulai duduk di bangku SMP kami berdua masih satu sekolah, namun bedanya kami berbeda kelas, aku di kelas A dia di kelas B, walaupun kami berbeda kelas tapi hubungan persahabatan kami masih terjalin dengan baik, kami masih pergi bersama seperti saat ini aku ke kelas April lalu mengajaknya ke kantin. "April ayo ke kantin bersama" kataku kepada April, April pun menghampiri aku lalu menjawab "ayo". Di kantin kami memesan makanan yang sama, lalu makan bersama di kursi  kantin yang kosong, sambil membicarakan hal-hal mengasikan, hingga suara bel masuk pun berbunyi kami berdua bergegas untuk kembali ke kelas.

Di hari berikutnya kami masih tetap bersama hingga suatu hari ketika

Hubungan pertemanan kami mulai merenggang semenjak temanku dekat dengan orang lain, lalu aku yang sudah menjadi sahabatnya sejak kecil berpikir mengapa temanku berubah dengan sangat cepat, aku lalu menemui April di tempat yang biasa kami kunjungi aku bertanya "mengapa kamu berubah, mengapa kamu akhir-akhir ini tidak mau berbicara denganku?" . Temanku pun menjawab "aku hanya bosan berteman denganmu, sedari dulu, tepatnya saat kita SMP, kamu berubah menjadi seorang yang pendiam, aku tidak suka itu" lalu aku pun menjawab "bukannya sedari dulu aku memang seperti ini, dan kamu mau berteman bahkan bersahabat denganku?" lalu April pun menjawab" itu dulu tidak untuk sekarang"  aku pun mulai terdiam karena dengan teganya dia membuangku seperti gunukan sampah, padahal aku sudah mempercayainya sejak kami masih kecil, lalu aku berkata lagi "jadi sekarang apa maumu?" April pun menjawab "aku tidak ingin berteman denganmu lagi, kamu itu tidak seasik teman-temanku yang sekarang" lalu akupun menjawab "baiklah kalau begitu, aku terima keputusanmu, selamat bersenang-senang dengan temanmu itu"  kataku kepada April. Lalu April pun menjawab "terimakasih".

Akhirnya persahabatan kita merenggang bahkan temanku itu sudah memutuskan tali silaturahmi denganku, aku dengannya sudah tidak pernah berbicara lagi, kami berjalan di arah yang berbeda. Sejak hari itu persahabatan kami pun retak dan tidak bisa di perbaiki lagi, aku hanya mengingat kenangan-kenangan kami sejak kecil, saat kami masih berteman, aku tidak marah, aku hanya kecewa dan memaklumi mengapa dia begitu padaku.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan