Mohon tunggu...
Nok Asna
Nok Asna Mohon Tunggu... Penikmat Senja dan Sastra.

Penikmat Senja dan Sastra.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Sebab Ia Tahu Jika Rindu Akan Membunuh dengan Perlahan

9 April 2020   21:25 Diperbarui: 10 April 2020   06:10 78 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Sebab Ia Tahu Jika Rindu Akan Membunuh dengan Perlahan
Senja di Pulau Tinabo (dokpri)

Sewaktu matahari berangsur ke barat, dilihatnya langit warna merah telentang penuh hasrat. Ia pernah menyaksikan langit serupa itu pada almanak kelima. Sungguh indah. Namun, Ia sudah terlalu lelah untuk melihat matanya mengalirkan darah tanpa warna. Tangannya gemetar, jemarinya menghitam sewarna tanah. Ia meletakkan sekotak rindu yang masih hangat, menguburnya bersama kenangan yang menghujat. Lalu di atas gundukan tanah yang masih basah, ia taburkan kelopak-kelopak mawar putih dan merah, ditambah sekuntum kamboja yang Ia pungut sewaktu langit mulai mendesah. Begitulah, Ia berharap kedamaian setelahnya.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x