Mohon tunggu...
Arief Er. Shaleh
Arief Er. Shaleh Mohon Tunggu... Pak Guru. Wong NKRI.

Menyenangi kata yang kesepian dan gaduh

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Capung-capung nan Genit

25 Oktober 2020   10:07 Diperbarui: 25 Oktober 2020   10:23 196 71 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Capung-capung nan Genit
Sumber : Schwoaze. Pixabay.com

Mencari capung-capung dengan tangan gemetaran

Adalah ketakutan yang menghantui

Bersekutu dengan bayangan

Menguak celah, di mana ada setan

Tahu khan kau, apa itu setan? Bisiknya…


Capung-capung beterbangan mendekatiku

Menari-nari dan menertawakan pikiran mereka

Sedang aku? Mematung di jemuran matahari

Terpanggang semburan-semburan hasutan

Akankah mencipta peluh amarah? Tidak! Jawabku.


Mereka, capung-capung nan genit

Wajahnya imut-imut

Mampu membuatku tak bergigi

Saat di istanaku duduk rapi

Pasti ada janji, yang aku lupa, gumamku…


Aku beranjak ke ruang ilmu

Membuka jendela dunia, yang masih kosong

Lalu kekosongan aku berikan pada capung-capung

Bukan untuk membodohi

Melainkan, melukisnya dengan dunia mereka


O… betapa dunia penuh warna-warna

Capung-capung menerbangkan dunia mereka

Di atas kekosongan-kekosongan yang mereka main-mainkan

Menantang keangkuhan matahari

Menari dan menari tiada henti


Lalu…

Matahari malu-malu

Lari dan sembunyi

Kulihat, capung-capung

Kembali ke dunia mimpi


Probolinggo, 25.10.2020

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x