Mohon tunggu...
Arnold Adoe
Arnold Adoe Mohon Tunggu... Lainnya - Tukang Kayu Setengah Hati

Menikmati Bola, Politik dan Sesekali Wisata

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Soal Mandeknya Keran Gol Super Simic

24 Maret 2018   16:03 Diperbarui: 25 Maret 2018   11:07 2064
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Simic, sudah 3 pertandingan mandul I Gambar : Kompas.com

Namun jika dicermati, memang ada beberapa hal yang secara teknis maupun non teknis mempengaruhi performa Simic di pertandingan melawan Bhayangkara FC.

Marko Simic dijaga ketat I Gbr: Bolasport
Marko Simic dijaga ketat I Gbr: Bolasport
Pertama, gaya main Simic di Persija yang sudah dipelajari oleh pelatih lawan. Asumsinya adalah keberhasilan Simic banyak mencetak gol di Piala Presiden karena belum mempelajari strategi Persija ketika memainkan Simic.

Simic adalah tipikal striker yang suka bergerak ke mana-mana. Cara bermain Simic sangat berbeda dengan tipikal striker berbadan besar yang sering dijadikan target man.Target Man lebih suka menunggu bola, beroperasi di kotak penalti saja, anti strateginya adalah zona marking namun Simic tidaklah demikian.

Di Piala Presiden, kesebelasan lawan yang berusaha memainkan zona marking pasti keteteran menjaga Simic. Hasilnya, Simic bisa beberapa kali mencetak gol dari tendangan keras dari luar kotak penalti ketika sering mendapatkan ruang kosong.

Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy cukup  berhasil memahami ini. Selain menugaskan Vujovic untuk menjaga Simic ketika berada di dalam kotak penalti, McMenemy juga menugaskan gelandang bertahan asal Korea, Le Yu Jun mengikuti Simic ketika Simic mulai bergerak liar keluar kotak penalti.

Terlihat ketika Teco, mulai menarik Simic keluar, dan mendorong Addilson Alves ke dalam kotak penalti, hasilnya sia-sia. Simic dipepet Yu Jun, Simic tak berdaya.

Kedua, ketidakhadiran Novri Setiawan dan Rezaldi Hehanussa mempengaruhi agresivitas Persija. Sejatinya Simic akan "berpesta" ketika elemen sayap Persija mulus bergerak.

Biasanya, Riko Simanjuntak di sayap kanan, Novri Setiawan di sayap kiri rajin menyisir sisi sayap hingga melepaskan umpan matang untuk Simic. Ditambah dengan Ismed Sofyan dan Rezaldi Hehanussa yang aktif bergerak juga ikut naik membantu penyerangan.

Namun kemarin, pergerakan yang diimpikan itu pincang. Novri dan Rezaldi harus absen karena sakit. Addilson di posisi Novri memang tampil cukup baik, namun sangat berbeda dengan karakteristik seorang Novri. Addilson lebih berkarakter penyerang sayap, sedangkan Novri seperti sayap murni. Addilson lebih banyak menendang bola ke arah gawang, sedangkan Novri lebih senang mengumpan.

Kehilangan Rezaldi juga terasa. Dani Saputra sebagai pengganti Rezaldi cukup baik bertahan, namun tidak sama baik ketika menyerang seperti Rezaldi. Di Piala Presiden, Rezaldi selain mampu mengumpan dengan akurasi tinggi juga mampu melepaskan tendangan dari luar kotak penalti yang berbahaya.

Sebenarnya masih ada Riko Simanjuntak yang tampil baik tadi malam. Namun seorang Riko tak cukup menambal lubang yang kosong itu. Bhayangkara FC bahkan ketika melihat potensi Riko, melakukan penjagaan ketat terahdap sayap mungil ini. Hasilnya Riko memang akhirnya kelelahan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun