Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Guru yang suka berpuisi

Sudah menulis 2.452 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 22-1-2023 dengan 1.880 highlight, 15 headline, dan 95.416 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. Masuk Kategori 15 Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 4 periode: 2019, 2020, 2021, dan 2022. Salam literasi πŸ’– Just love writing πŸ’–

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Merajut Rindu (November 7)

7 November 2022   20:16 Diperbarui: 8 November 2022   01:33 136
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi puisi pixabay.com

Ini tentang malam-malam tanpa bintang
Kata mereka karena mendung kelabu mengalahkan gemerlap angkasa
Tanpa lampu-lampu terang
Akan ada gelap gulita di langit nan sendu

Seperti kini hatiku yang terus menerus merajut rindu
Tanpa ada jeda rasa yang bisa dipertanyakan
Iya mengapa kamu
Di tengah-tengah gejolak yang membayang angan

Apakah ini yang disebut merajut rindu
Saat sua tak jua ada
Dan titik-titik temu seolah berangsur menghilang saja
Pun perlahan sirna pula rasa yang mendalam padamu itu

Mungkinkah
Ini cara terbaik menghentikan rasa
Menolak pelan hati yang kasmaran
Hanya dengan satu cara
Tak mau lagi merajut rindu

...

Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
7 November 2022

11-2.358

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun