Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Guru yang suka berpuisi

Sudah menulis 2.311 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 29-09-2022 dengan 1.754 highlight, 14 headline, dan 90.021 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. (Masuk Kategori 20 Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 3 periode: 2019, 2020, dan 2021). Salam literasi

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Menebar Kebaikan untuk Negeri Melalui Literasi di Sekolah

27 Juli 2022   18:08 Diperbarui: 27 Juli 2022   18:12 207 26 7
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Hari ini sudah hampir 2 minggu saya mengajar siswa secara langsung di sekolah. Tidak lagi menggunakan aplikasi zoom meeting. Siswa datang langsung ke ruang kelas di sekolah untuk belajar. Rasanya luar biasa buat saya.

Sukacita bertemu kembali dengan murid-murid secara langsung di ruang kelas memberi nuansa yang berbeda. Ada interaksi antara para murid dan guru dengan lebih intens dibandingkan sebelumnya yang belajar hanya dengan cara daring.

Bukan hanya itu, pertemuan tatap muka (PTM) ini juga membuka kesempatan pada saya untuk mengajak murid-murid mengunjungi perpustakaan sekolah secara langsung pada saat pelajaran membaca.

Sekolah kami memang mengadakan kelas membaca khusus sebanyak 2 jam pelajaran dalam 1 minggu. Jam membaca ini dibagi menjadi 2. Satu jam pelajaran membaca dalam Bahasa Indonesia dan 1 jam lainnya menggunakan Bahasa Inggris di hari yang berbeda.

Saya memegang kelas membaca dalam Bahasa Indonesia sesuai pelajaran yang saya ampu sebagai wali kelas, tematik muatan Bahasa Indoenesia.

Saya mengenalkan macam-macam buku untuk menjadi bacaan murid-murid di kelas. Mulai dari buku fiksi anak, buku ensiklopedia anak, buku tentang hal-hal yang penting diketahui anak, dan lain sebagainya.

Saat kami mengunjungi perpustakaan sekolah bersama-sama, petugas perpustakaan juga mengenalkan macam-macam buku di perpustakaan. Bahkan mendampingi anak-anak membaca buku sesuai minat baca mereka. Tentu saja saya sangat terbantu oleh tugas pustakwan sekolah kami.

Tak hanya itu. Saya juga mengikuti kebijakan sekolah membawa sebagian buku-buku perpustakaan ke dalam kelas dan meletakkannya di rak buku kelas. Atau isitlah kerennya "Libranry corner". Buku-buku akan diganti secara berkala setiap 1 minggu 1 kali.

Ini cara saya memotivasi anak untuk membaca dan memahami isi bacaan. Memilih jenis bacaan yang tepat sesuai kemampuan dan bidang minat mereka.

Ada anak yang suka membaca karya fiksi, ada juga yang lebih memilih buku-buku non fiksi. Meskipun demikian mereka juga membaca jenis buku lainnya untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Jadi anak yang membaca karya fiksi juga membaca karya non fiksi, begitu pula sebaliknya.

Baca juga: Sebuah Titik Balik

Misalnya ada buku tentang aneka jenis bunga. Anak-anak mempelajari bunga-bunga beserta gambarnya yang menarik dan berwarna-warni. Ini akan membawa anak-anak juga lebih bersyukur atas alam ciptaan Tuhan dan lebih menghargai bunga-bunga di sekitar mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan