Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - *

Sudah menulis 2.165 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 18-05-2022 dengan 1.626 highlight, 13 headline, dan 84.208 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. (Masuk Kategori 20 Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 3 periode: 2019, 2020, dan 2021)

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Aku yang Bertanya pada Hujan

17 Desember 2021   16:33 Diperbarui: 17 Desember 2021   18:25 169 26 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber foto: pixabay.com

Apa yang kiranya kau rasakan
Saat menjadi sebuah perbincangan
Di sebuah kelas untuk tebakan
Memberi tawa pada anak-anak kesayangan

Apa kiranya kau pikirkan
Saat orang-orang menggerutu tentangmu
Kedatangan yang tetiba mengguyur bumi memberi kebasahan
Mereka yang diam dalam kesal berteduh di tepian

Apa yang kau bayangkan
Saat melihat seorang berlalu-lalang
Karena berbagai alasan
Tak ada tempat berpijak bak terbuang

Apa yang kau sematkan dalam ingatan
Saat hadirmu dimaki banyak orang dalam kemarahan
Banjir pun tanah longsor diakibatkan
Kencangmu dan tanpa jeda berhari-hari kedatangan

Tak ada jawab kudengar dalam rintikmu
Tak ada sekedar percakapan dari derasmu
Tak ada semata jawaban dari guyuranmu

Iya kau hanya datang ketika waktunya datang begitulah tanpa selalu dengan pesan yang jelas

....
Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
17 Desember 2021

33-1.906

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan