Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Lehrerin

Sudah menulis 2.780 artikel berbagai kategori (Fiksiana yang terbanyak) hingga 24-04-2024 dengan 2.172 highlight, 17 headline, dan 106.868 poin. Menulis di Kompasiana sejak 1 Desember 2018. Nomine Best in Fiction 2023. Masuk Kategori Kompasianer Teraktif di Kaleidoskop Kompasiana selama 4 periode: 2019, 2020, 2021, dan 2022. Salah satu tulisan masuk kategori Artikel Pilihan Terfavorit 2023. Salam literasi 💖 Just love writing 💖

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Menimba Rindu Kisah Lama

25 Juli 2021   23:00 Diperbarui: 26 Juli 2021   03:46 123
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Aku sedang tak ada gairah menulis semenjak tadi
Entah resah entah kesal aku tak tahu pasti
Namun percakapan sederhana bersama rekan-rekan berhasil mengalihkan
Aneka kisah tentang pengalaman, pengetahuan, dan pendidikan

Mudahnya kesal itu tersalurkan pergi dari hati
Aku mensyukuri atas limpahan energi
Sehingga tercipta suatu karya puisi
Kala jelang waktu tidurku yang semakin sunyi

Aku mengenang banyak bahagia pada kisah lama
Aneka warna ceria pada banyak kisah sederhana
Betapa anak-anak sumber sukacita
Bertahun-tahun hidup dikelilingi cinta mereka

Tetiba hati menimba rindu kisah lama
Yang berhasil menepikan segala kecewaku seharian ini
Memang terkadang pemberian kita tak terlalu dianggap berharga
Jika terlalu murah hati mungkin begitu nyatanya pada diri

Maka aku tak mau terluka oleh lamanya penantian pun lara
Kuhentikan saja mulai dari sekarang hingga pada suatu masa
Maaf jika tak ada lagi kebaikan hatiku dalam sapa yang biasanya
Karena kini aku hanya ingin bahagia meski harus banyak menimba rindu pada kisah lama

Tetaplah bahagia dan sehat di sana
Aku yang memilih pergi menempuhi jalan yang berbeda

 .....
Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
25 Juli 2021

Tulisan ke-73 bulan Juli
Karya ke-1694 keseluruhan

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun