Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Membaca, menulis, mendongeng, dan berkebun menjadi kegiatan-kegiatan menarik yang tak henti-hentinya mengisi hari-hari saya. Mari terus menginspirasi sesama dalam karya kita. Salam literasi.

Suka: membaca, mengoleksi buku, menanam bunga, menulis puisi dan kisah lain, mendongeng, dan mengajar.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Percakapan dengan Tanah

25 Juni 2021   15:15 Diperbarui: 25 Juni 2021   19:49 88 16 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Percakapan dengan Tanah
Sumber foto: Pixabay.com

Hai Tanah
Kau nampak lembek sekali pagi ini
Setelah semalaman air hujan menggempur tanpa henti
Kaki terpeleset betapa licin seolah tak berarah kala melangkah

Hai Tanah
Kau menjadi saksi perjuangan
Benih-benih kecil yang tertimbun
Menjadi tanaman kecil yang bertumbuh

Hai Tanah
Kau pun menjadi tempat pondasi
Bangunan-bangunan gedung tinggi
Yang mungkin menyakiti

Hai Tanah
Di daerah tinggi kau menumpuk menjadi gunung
Tempat bersemayam segala makhluk
Pun aneka pohon dan hewan liar berkeliaran

Hai Tanah
Kau pun pernah meratap karena kekeringan
Retak di permukaan tak jua bersua
Air yang tumpah dari langit sangat kau nantikan

Hai Tanah
Ada pula yang mengeksploitasimu berlebihan
Untuk berbagai kegunaan menurut mereka
Sehingga tertinggal hanya bebatuan keras di tepian aliran sungai

Hai Tanah
Dalam rintihanmu kehilangan banyak kawan
Saat mereka ditebang tanpa penanaman kembali
Saat banjir menghempasmu ke mana saja

Hai Tanah
Semoga kami penghuni bumi
Mampu lebih menjaga dari hati
Kelestarianmu dalam bijaksana penggunaan yang bermanfaat

...
Written by Ari Budiyanti
#PuisiHatiAriBudiyanti
25 Juni 2021

Artikel ke-1606

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x