Mohon tunggu...
Ari Budiyanti
Ari Budiyanti Mohon Tunggu... Membaca, menulis, mendongeng, dan berkebun menjadi kegiatan-kegiatan menarik yang tak henti-hentinya mengisi hari-hari saya. Mari terus menginspirasi sesama dalam karya kita. Salam literasi.

Suka: membaca, mengoleksi buku, menanam bunga, menulis puisi dan kisah lain, mendongeng, dan mengajar.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Diam

4 November 2019   16:00 Diperbarui: 4 November 2019   16:03 0 28 10 Mohon Tunggu...
Diam
Bunga Mentega di sudut jalan kota Jakarta. Photo by Ari

Senja itu mengunciku
Saat binar pagi menyapaku
Petang itu menerjangku
Hingga semua harapku berlalu

Mereka bilang ada masa depan
Dalam tiap usaha ketekunan
Katanya akan ada harapan
Bagi yang tak berhenti berjalan

Berhenti bukan sekedar sebuah alasan
Dalam lelah yang memekat pergulatan
Bukan karena kekurangan kekuatan
Namun sadar hilangnya perjuangan

Semua menjadi seperti pilu
Yang tak henti tergores sembilu
Bukankah semua tah kupertaruhkan
Namun tersia-sia semua perlakuan

Lelah batin memuncak setiap hari
Gejolak asa yang makin terbengkalai
Oleh raga yang terus melemah
Oleh desakan yang terus bertambah

Bila aku berhenti pada akhirnya
Bisakah kau hanya cukup diam

...

Written by Ari Budiyanti
3 November 2019

#PuisiHatiAriBudiyanti

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x