Lihat ke Halaman Asli

Bahkan Politisi PDIP aja Sampai Berani Memplesetkan "Soekarno" Jadi "Mukidi"

Diperbarui: 27 Agustus 2016   04:14

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Politisi PDIP memplesetkan nama SOEKARNO menjadi MUKIDI (twitter.com/budimandjatmiko)

Beberapa hari ini, sosok “Mukidi” menjadi viral di berbagai media sosial dan jenis aplikasi pesan instan. Fenomena Mukidi bukan hanya sekedar guyonan, dalam beberapa kisahnya Mukidi juga digunakan sebagai personifikasi atau pengumpamaan untuk mengkritisi hal-hal yang sedang terjadi di masyarakat. 

Meski tak ada yang tahu siapa kreator di balik trending topic ini, Mukidi banyak digunakan untuk mewakili sosok yang ingin dibicarakan tanpa harus menyinggung langsung orang yang bersangkutan. Misalnya:

www.disiniajatempatnya.com

twitter.com/AhmadYusdi28

Tak kurang mantan panglima TNI Moeldoko, Menseskab Pramono Anung,  dan Menteri Agama Lukman H Safiudin (yang sedang sibuk ngurusin jamaah haji pun) ngetwit tentang Mukidi:

twitter.com/GeneralMoeldoko

twitter.com/pramonoanung

twitter.com/lukmansaifuddin

Baca deh twit-twit netizen lainnya tentang Mukidi yang cukup menggelitik:

twitter.com/rockygerung

twitter.com/GunRomli

Atau, twit dari politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko yang berani memplesetkan kalimat sakral partainya (Semoga saja Ibu Megawati bijak membacanya):

twitter.com/budimandjatmiko

Bahkan, cyber armyPKS yang twit-nya biasa garang menyerang siapapun yang tidak sepaham dengannya, juga ngebanyoltentang Mukidi. Meskipun garing.

twitter.com/maspiyungan

Alasan yang membuat orang menyebarkan humor Mukidi ini di dunia maya, adalah: Pertama, humor Mukidi tidak mengandung unsur komersil sehingga setiap orang tak terbebani saat membaca dan menyebarkannya. Kedua, orang yang ikut menyebarkankannya biasanya hanya ingin dianggap lucu saja. Ini merupakan reward atau insentif tersendiri bagi orang yang menyebarkan. Yah, hitung-hitung menghibur hati di tengah kepenatan hidup ini.

Tapi, kalau elite atau pejabat negara ikut-ikutan latah menyebarkan humor Mukidi baik untuk sekedar lucu-lucuan atau numpang tren semata, apa yang sesungguhnya sedang terjadi pada bangsa ini? Dan segimana lucunya sih humor Mukidi itu?

Nah, ini salah satu cuplikan humor Mukidi yang menjadi viral itu:

Jaya adalah tetangga Mukidi, tapi mereka tak pernah rukun.

Mukidi merasa Jaya adalah saingannya. Jika Jaya beli sepeda baru, Mukidi pun tidak mau kalah. Mukidi membeli sepeda baru juga. Ketika menjelang Lebaran, rumah Jaya dicat merah. Besoknya, Mukidi pun mengecat rumahnya dengan warna merah juga.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline