Amel Widya
Amel Widya Akuntan

Perempuan Berdarah Sunda Bermata Sendu. IG: @amelwidyaa #berandaberahi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi | Aku Melarikan Diri dari Hantu Rindu dan Terjebak di Hutan Sendu

13 Mei 2019   22:04 Diperbarui: 14 Mei 2019   19:17 628 57 31
Puisi | Aku Melarikan Diri dari Hantu Rindu dan Terjebak di Hutan Sendu
Ilustrasi: pngdownload.id

Di hutan rindu yang berbahaya, sembap, dan mengerikan, aku terjatuh ke lubang putus asa. Tak ada jejak pelukmu di punggungku. Tak ada bekas bibirmu di tengkukku. Tak ada getar napasmu di telingaku. Hanya gagap daun dan lembap cuaca.

Dari langit yang muram, satu-satunya lampu digantungkan Tuhan. Samar-samar bayangmu memanjang, begitu panjang, mengalahkan batang-batang pohon dan dahan-dahan gairahku. Tuhan sengaja menyeretku ke hutan rindu, menyesatkan aku di sini, dan sendu menghantu.

Aku tengah berlibur beberapa jenak: melupakan beban pekerjaan, meninggalkan riuh kemacetan, dan menjauh dari kertas-kertas neraca. Tetapi, tak satu pun sudut di hutan ini yang memampang wajahmu. Makin giat kudekatkan tubuhmu ke benakku, Tuhan makin gigih menjauhkanmu dari berahiku.

Aku termangu di hutan sendu. Tersesat merindumu.

Amel Widya