Mohon tunggu...
Alysha Okta Safa
Alysha Okta Safa Mohon Tunggu... Freelancer - Be happy

To become all you can be,you must be yourself

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Semua Akan Indah pada Waktunya

20 Februari 2020   23:35 Diperbarui: 20 Februari 2020   23:39 126
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Aku hanya berpikir mungkin memang aku dan Faris tidak dipersatukan lebih lama dari ini,mungkin sampai sini saja.Pikiranku sudah buntu tentangnya.Sepupuku sudah berteman lama dengan Faris mana mungkin dia berbohong tentang itu.Karena aku memang tidak suka laki-laki seperti itu.Melihat laki-laki merokok pun sebenarnya aku tak suka,tapi apa boleh buat mayoritas laki-laki jaman sekarang hampir semua sudah menjadi perokok.Untuk hal itu aku masi bisa memakluminya.Tapi tidak dengan playboy dan pemabuk.Mana bisa aku menjalin hubungan dekat dengan laki-laki yang sudah jelas dicap buruk seperti itu.Apa aku juga akan jadi korban ke playboyan nya sekarang.Pikiran seperti itu terus berkecamuk.

Aku benar-benar bingung sekarang.Selama satu bulan aku dekat dan saling mengenal dengan Faris,dia sama sekali tidak menunjukkan sikap yang buruk padaku.Akupun merasa bingung kenapa aku bisa merasakan hal seperti ini dalam waktu yang cepat.Selama 1 bulan kita saling mengenal,aku dan Faris merasakan hal yang berbeda dari biasanya.Kita seperti sudah saling mengenal sifat kita masing-masing dalam waktu 1 bulan ini.Dan entah kenapa aku dan dia merasa sudah cocok untuk menjalani hubungan lebih dekat lagi.

Yang bisa aku lakukan hanya menangis mengingat hal itu,aku benar-benar dibuat bingung.Mana bisa aku melepaskannya setelah pendekatan yang kita lakukan selama 1 bulan ini.Jahat sekali aku,tapi apa dia tak lebih jahat kalau nantinya ketauan akupun sama dijadikan korban ke playboyannya saja.Aku berusaha baik-baik saja pada Faris.Tapi perasaanku tidak bisa terus seperti ini.Jawaban pesanku padanya pun tiba-tiba berubah.Sudah jelas diapun bingung kenapa aku tiba-tiba begini."Kamu kenapa?apa aku ada yang salah?Kamu ga biasanya jadi cuek begini.Aku minta maaf kalo aku bikin kesalahan sama kamu".Tulis Faris dalam pesan whatsApp yang dari tadi belum sempat kubalas.

Aku merasa sekarang aku butuh orang yang bisa memberiku saran akan hal ini.Akhirnya aku memutuskan untuk menceritakan semuanya pada salah satu sahabatku."Selagi dia baik-baik aja sama kamu,jalanin dulu aja.Bisa aja dia sekarang berubah pas sama kamu.Walaupun sepupu kamu kenal sama dia belum tentu dia bener-bener tau tentang hidup Faris lebih jauh.Yang tau cuman Faris,jadi apa salahnya kamu temuin dulu Faris biar kamu juga tau itu semua dari orangnya langsung".Mendengar itu aku mulai mendapat solusi untuk menyelesaikan masalah itu."Di pikir pikir iya juga ya kenapa aku langsung ber negative thinking sama Faris kenapa aku ga kepikiran kalo sebenarnya Faris bisa aja sekarang udah berubah pas deket sama aku"gerutuku dalam hati.

"Ada hal penting  yang perlu kita bicarain secara langsung"Pesan terakhir yang aku kirimkan pada Faris.Hari itu juga Faris mengajakku bertemu untuk menyelesaikan masalah ini,karena dari tadipun dia bingung mungkin saja kesal karena sikapku yang tiba-tiba berubah dan tak memberikan jawaban atas penyebab aku jadi berubah seperti itu."Kita ketemu sekarang aku jemput"Kata Faris.Sekitar 1 jam kurang aku menunggu akhirnya Faris datang menjemputku.Seperti biasa dia berkata "Kamu udah lama nunggu maaf ya".kata Faris sambil memberikan senyuman.Aku hanya membalas dengan senyuman saja tak berkata apapun.

Dia memberhentikan motornya disuatu Cafe dipinggiran kota Bandung.Kitapun masuk dan memilih untuk duduk dimeja paling pojok yang terlihat sepi agar kita bisa fokus untuk membicarakan hal ini.Tanpa bertanya dia memesankan 2 minuman untuk dirinya dan aku.Setelah minuman datang,dia langsung to the point menanyakan hal apa yang sebenarnya terjadi padaku."Ca kamu kenapa?"tanya Faris dengan serius."Aku pengen kamu gausah cari tau aku bisa tau cerita ini semua dari siapa,kamu cukup dengerin aku ngomong dan jawab kalo aku nanya".kataku serius juga.Dia mengiyakan itu,akupun mulai bercerita.

"Yang pertama aku pengen nanya sama kamu,aku pengen kamu jawab jujur,kamu serius sama aku?".Dia terlihat sangat canggung dengan pertanyaanku itu.Belum sempat dia menjawab aku melanjutkan pembicaraanku "Maksud aku bukan nyuruh kamu jadiin aku pacar kamu sekarang,tapi apa kamu cuman deket sama aku apa masih deket juga sama banyak cewe?".Dia spontan menjawab "Aku cuman deket sama kamu ca,aku tau pasti kamu udah tau semua cerita kalo aku playboy kan?Aku udah ga gitu sekarang,".Aku hanya terdiam mendengar jawabannya.Aku masih belum percaya atas perkataannya itu."Aku ada pertanyaan yang harus kamu jawab jujur juga,Apa kamu pernah mabuk?"kataku.Sebenarnya aku takut sekali menanyakan hal itu padanya.Aku takut dia marah karena aku sudah lancang menanyakan hal yang sebenarnya bersifat pribadi.

Tapi dugaanku salah.Tanpa basa basi dia menjawab pertanyaanku tadi "Ya memang aku pernah mabuk,tapi aku minum cuman sesekali aja kalo ada party"katanya.Mendengar jawabannya itu aku sangat kaget ternyata memang benar dia seperti itu.Tapi entah kenapa jawaban spontan yang dia berikan malah membuatku salut.Karena apa?karena jawaban spontan itu adalah jawaban yang jujur.Dan dia berani jujur padaku akan hal yang sudah jelas tak kusukai itu."Berarti sering?"kataku sedikit cemas."Ga juga,kamu pasti gasuka ya cowo kaya aku?".kata Faris yang melihatku dalam keadaan tak karuan.Antara menahan sedih dan serba salah harus bagaimana lagi.Faris kembali menyambung perkataannya melihatku diam."aku minta maaf sama kamu,aku gajujur dari awal soal masalah ini"."Sebenernya ngeliat cowo perokok pun aku gasuka,tapi itu masih bisa aku terima karena aku tau mayoritas cowo sekarang perokok.Tapi kalo soal kaya gini kayanya aku gabisa".

"Jujur ya dari awal aku kenal sama kamu,aku ngerasa kamu cewe yang beda.Mungkin kamu anggap omongan kaya gini aku omongin juga ke cewe lain kan?Tapi yang aku rasa kamu cewe yang bakal berpengaruh besar buat hidup aku.Sejak kenal kamu aku juga jadi punya semangat lagi buat gapai yang aku mau.Kamu bikin aku jadi banyak berubah,kamu bikin aku mikir kalo aku mau sama kamu aku gabisa gini terus,aku harus berusaha jadi orang yang lebih baik lagi.Dan sebenarnya sekarangpun sedikit sedikit aku udah bisa memperbaiki diri aku sendiri karena adanya kamu.Ibaratnya kamu yang jadi penyemangat aku sekarang".Mendengar perkataan Faris aku merasa sangat terharu.Ternyata Faris tidak seburuk itu.Dia menjadikan ku sebagai orang yang bisa membantunya berubah menjadi lebih baik lagi.

"kenapa aku ga cepet cepet seriusin kamu,karena aku pengen itu semua terjadi disaat aku bisa bener-bener berubah jadi orang baik dan aku pengen bisa buktiin dulu itu semua biar kamu bisa bener bener yakin dan percaya sepenuhnya sama aku dan aku mau aku harus punya kerja biar aku ga malu sama keluarga kamu".Kata-kata Faris itu benar benar membuatku tersentuh. "Aku bakal bantu kamu buat berubah,aku bakal selalu ada dan selalu support kamu"kataku.Setelah penjelasannya itu aku lebih tenang sekarang.Untuk pertama kalinya aku bertemu dengan laki-laki sepertinya.Entah kenapa aku berpikir bahwa aku memang harus membantunya berubah dan entah kenapa juga aku memiliki keinginan untuk menunggu dan menemaninya untuk melalui proses perubahannya itu.Aku percaya semua orang pasti bisa berubah menjadi yang lebih baik lagi.

Aku dan dia tidak bertemu setiap hari.Jarak kitapun lumayan jauh jadi aku dan dia tidak tahu apa yang sebenarnya di lakukan.Oleh sebab itu kita sepakat untuk saling percaya satu sama lain.Mungkin bila aku tidak menemui Faris saat itu aku akan meninggalkannya dengan persepsi yang buruk tentang semua itu.Untung saja aku menuruti solusi yang temanku berikan pada saat itu.Dan benar saja Faris tidak seburuk yang aku kira.Setelah kejadian itu aku dan Faris malah semakin dekat.Aku senang sekali bisa dianggap sebagai orang yang membawa pengaruh positif untuknya.Setiap hari dia semakin menunjukkan keseriusannya untuk berubah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun