Mohon tunggu...
Alpaprana
Alpaprana Mohon Tunggu...

Jika arwah sang penyair, dan setumpuk kesedihan pecinta sastra mengalir di urat nadi, maka ijinkanlah aku mencumbui setiap mata yang membaca rangkaian kalam rahsa alpaprana (aksara biasa), sampai terbenamnya bahasa penaku di keabadian sulbi makhluk berkulit tanah, sebelum tiupan sangkakala memanggil, menyentuh udara kiamat, hingga membangunkan seisi jagad raya.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Sketsa Nyanyian Rindu Hitam Putih

4 September 2016   01:40 Diperbarui: 4 September 2016   01:58 10 4 1 Mohon Tunggu...

Gadisku

kau termenung, tersenyum manja

menikmati aroma hitam putih suasana

di sekitaran, dalam kesendirian

memaknai waktu dari sketsa udara

menjajaki rindu kekasih

dan pandang matamu berkaca

murni napasmu terlelap

dalam pelukan kama yang diharap

 

Kau, Gadisku

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x