Mohon tunggu...
Profil
7.130 Poin
Jika arwah sang penyair, dan setumpuk kesedihan pecinta sastra mengalir di urat nadi, maka ijinkanlah aku mencumbui setiap mata yang membaca rangkaian kalam rahsa alpaprana (aksara biasa), sampai terbenamnya bahasa penaku di keabadian sulbi makhluk berkulit tanah, sebelum tiupan sangkakala memanggil, menyentuh udara kiamat, hingga membangunkan seisi jagad raya.
Bergabung 21 April 2016
Statistik
100
10,323
71
237
1
22
Alpaprana
16 Juni 2017 | 3 tahun lalu

Teruntukmu Nama yang Entah Ku-kata

Semasa ini, kutuliskan kisah dari kemasaman nurani. Agar ketika jasadku

Puisi
378
0
0
Alpaprana
21 Desember 2016 | 3 tahun lalu

Cerita di Tanah Jiwa Sang Pemuisi

Biarlah ceritaku tereja sebagai sajak sunyi, Nimaswalau merujuk kesiaan usiamasih

Puisi
42
1
0
Alpaprana
17 Desember 2016 | 3 tahun lalu

Epitaf Sang Penyair

Nalarku menangkap suaramudalam tumpukan bebuku usangdi alam yang tak kupahamnamamu

Puisi
60
0
0
Alpaprana
14 Desember 2016 | 3 tahun lalu

Kita yang Tertinggal dalam Pagi Ruang Puisi

Kita yang tertinggal di dua dunia pagisemoga memahami arti tata-letak

Puisi
24
1
1
Alpaprana
07 Desember 2016 | 3 tahun lalu

Mimpi dari Kenihilan Pagi

Di bawah terbitnya Mentari Sulaimannapasku mengawali pencarian maknanyamakna kehidupan teruntuk

Puisi
99
0
0